Prabowo meminta Kepala BGN agar tidak ada lagi persoalan teknis di lapangan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
IDXChannel - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto meminta secara khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar tidak ada lagi persoalan teknis di lapangan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Prasetyo di sela-sela Taklimat Awal Tahun yang digelar di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025).
“Kalau berkenaan dengan masalah kendala-kendala teknis, setidaknya ada dua. Yang pertama, beliau menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan," kata Prasetyo.
“Karena menurut catatan dari Kepala BGN di Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” sambung dia.
Menurut Prasetyo, secara anggaran MBG, tidak ada masalah. Sebab, di dalam APBN Tahun Anggaran 2026 sudah dialokasikan Rp335 triliun.
“Jadi kira-kira secara teknis dan anggaran tidak ada masalah," ujar dia.
Sebelumnya, Prabowo mengungkapkan Program MBG secara statistik 99,99 persen berhasil. Meskipun, Prabowo mengakui Program MBG saat ini masih ada kekurangan.
“Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti,” kata Prabowo saat memberikan taklimat awal tahun dalam retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Namun, Prabowo menegaskan kekurangan yang ada harus bisa diperkecil. Oleh karena itu, Program MBG harus bisa terus dirasakan dengan baik oleh masyarakat.
“Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo mengatakan per 6 Januari 2026, jumlah penerima program sudah mencapai 55 juta jiwa. Penerimanya telah mencakup siswa sekolah hingga ibu hamil.
“Kita mulai dengan 6, pada tanggal 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat, 55 juta, 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, dan termasuk ibu-ibu hamil,” ujar Prabowo.
Prabowo merasa bangga dengan capaian tersebut. Dia pun membandingkan dengan Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk bisa mencapai 40 juta penerima manfaat.
“Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brasil, presiden Brasil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, kita satu tahun mencapai 55 juta penerima manfaat,” kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186154/original/002510000_1744555599-Kolase_-_Nova_Arianto_copy.jpg)


