Di Retret Hambalang, Presiden: Saat Ada Konflik di Dunia, Ketergantung Impor Pangan Harus Diatasi

kompas.id
1 hari lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS - Saat menyampaikan taklimat awal tahun di acara retret kedua Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dalam menjamin kemakmuran dituntut ketersediaan pangan. Ketika dinamika dunia menunjukkan konflik dan perang, ketergantungan impor pangan harus dituntaskan.

Presiden kemudian menyebutkan, bahwa kini Indonesia memiliki cadangan beras yang mencapai 3 juta ton. Target swasembada beras pun dinyatakan tercapai di akhir 2025.

Presiden menyampaikan, kemakmuran menuntut ketersediaan pangan. Ketika dinamika dunia menunjukkan konflik dan perang, ketergantungan impor pangan harus dituntaskan. Sebab ketika perang atau pandemi, lanjut Prabowo, semua negara akan menutup diri dan mengamankan persediaan pangan dan energi masing-masing.

"Saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia. Pernah di pemerintahan Presiden Suharto, kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton - tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," tuturnya.

Hal itu diungkapkan Presiden di hadapan para menteri koordinator, menteri, wakil menteri, dan kepala-kepala badan yang mengikuti retret kedua Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman pribadinya di Padepokan Garudayaksa, Hambalang. Adapun retret pertama digelar Oktober 2024 lalu, tak lama setelah Prabowo dilantik sebagai Presiden ke-8 RI.

Di kesempatan itu, Presiden pun menyampaikan alasaanya mengadakan retret jajaran kabinetnya untuk kedua kali. Menurutnya, retret ini jadi evaluasi kerja pemerintah dan membangun pemahaman bersama mengenai kondisi bangsa di tengah gejolak dunia.

“Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu, selanjutnya kita memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia,” tutur Presiden

Presiden pun menyebut strategi yang telah dicanangkan sejak dirinya dan Gibran Rakabuming mencalonkan diri dalam Pemilu Presiden adalah berdiri di atas kaki sendiri. Strategi transformasi bangsa itu adalah swasembada pangan dan energi.

"Tidak ada bangsa yang merdeka bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya dan awalnya adalah swasembada beras, karena beras adalah makanan pokok kita. Tapi yang dikatakan swasembada pangan tidak hanya beras, beras, (tapi juga) jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein," tutur Presiden lagi.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya fokus pada langkah konkret dan target yang harus dicapai pada tahun 2026. “Selanjutnya kita melihat ke depan tahun ini langkah-langkah apa yang harus kita laksanakan, sasaran-sasaran apa yang harus kita capai,” lanjut Presiden.

Presiden Prabowo sempat menyebutkan tantangan dan cobaan seperti bencana-bencana yang terjadi di tiga provinsi serta di beberapa tempat lain di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Semua itu, menurut Presiden Prabowo, menunjukkan Indonesia sesungguhnya memiliki kekuatan dan kemampuan.

"Kita memahami itu dan kita terus telah membuktikan itu di tahun 2025 dan akan kita buktikan di tahun 2026 ini," tambahnya.

Atas hasil kerja jajaran kabinetnya, Presiden pun menyampaikan terima kasih. "Tidak mungkin saya sebagai Presiden bisa melaporkan hal ini kepada bangsa tanpa kerja keras saudara-saudara semuanya. Walaupun mungkin tidak terlalu sering saya kumpulkan Saudara-saudara. Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman, keberanian," tambahnya.

Program MBG

Presiden, di kesempatan itu, juga menjelaskan program makan bergizi gratis (MBG) yang kini sudah menyasar 55 juta penerima manfaat baik anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Ini dikerjakan lebih dari 19.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kesempatan yang sama menyampaikan, bahwa tahun 2026 ditargetkan MBG mencapai 82 juta penerima manfaat dengan 35.000 SPPG.

"Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil, Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," tambah Prabowo.

Presiden mengakui ada kekurangan pada pelaksanaan MBG. Namun, kekurangan itu, menurut penilaiannya, hanya 0,00 sekian.

"Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan. Tapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99% berhasil. Jadi Saudara-saudara tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Tidak kita puas dengan kekurangan 0,00 sekian itu pun bagi kita sesuatu yang harus kita atasi," tuturnya.

Prasetyo menambahkan, masih ada 15 kejadian keracunan MBG. Namun, Presiden meminta semua dibenahi dan tak terulang lagi.
Prabowo pun meyakinkan, pemimpin harus memastikan rakyat tidak lapar dan tidak miskin. Karenanya, kendati menuai kritik bahwa MBG akan gagal, Prabowo mengabaikannya. Bahkan, katanya, saat berkunjung ke daerah, anak-anak masih berteriak dan menanyakan kapan akan mendapat MBG.

Di retret kedua ini, ditayangkan video yang menampilkan aktivitas anak-anak menyambut MBG. Presiden menyerukan kepada para pengkritik untuk melihat rekaman tersebut. "Hai orang-orang pintar, hai orang-orang pintar yang mengejek, lihatlah dengan mata dan hatimu rakyat kita, anak-anak itu," ujarnya.

Presiden pun memompa semangat para jajarannya. "Saudara-saudara, percaya kita berada di jalan yang benar, di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan. Kita berada di jalan yang bersih, yang suci, kita berada di jalan yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Jangan ragu-ragu, Saudara-saudara kita buktikan," tuturnya.

Presiden pun meminta para pembantunya tak gentar bila semua bekerja dengan niat bersih, niat tidak mencuri uang rakyat, serta berbuat untuk kepentingan rakyat,  bangsa.

Kendati demikian, lanjutnya, pasti ada fitnah dan makian. Sebab, ujarnya, banyak kekuatan yang senang dengan alam yang penuh korupsi, penuh penyelewengan, dan penuh penipuan.

Selain itu, di awal acara, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menayangkan video perkembangan Satgas Jembatan yang bekerja di area bencana dan sejumlah daerah lainnya sampai minggu pertama tahun 2026. "Satgas ini tidak hanya membangun jembatan di daerah bencana, tetapi juga di seluruh pelosok Indonesia, jembatan gantung, menyambung desa, memajukan negeri," tuturnya.

Dalam video, disebutkan daftar sebelas jembatan gantung yang disiapkan untuk memudahkan anak-anak berangkat menuju sekolah tanpa harus berbasah-basah di sungai. Pertama, Jembatan Gantung di Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat sepanjang 65 meter.

Selain itu, masih ada Jembatan Gantung  di Way Umbar, Tanggamus, Lampung sepanjang 70 meter, Jembatan Gantung di Lopasir, Banyumas, Jawa Tengah sepanjang 50 meter, Jembatan Gantung di Ciparanti, Pangandaran, Jawa Barat sepanjang 35 meter, Jembatan Gantung di Aik Lekok, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat sepanjang 80 meter, Jembatan Gantung di Likunggavali, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sepanjang 20 meter, Jembatan Gantung di Ular, Deli Serdang, Sumatera Utara sepanjang 150 meter, Jembatan Gantung di Bokpendem, Kediri, Jawa Timur sepanjang 40 meter, Jembatan Gantung di Cisokan, Cianjur, Jawa Barat sepanjang 100 meter, Jembatan Gantung di Cisurupan, Garut, Jawa Barat sepanjang 50 meter, dan Jembatan Gantung di Krueng Arakundo, Aceh Timur sepanjang 50 meter.

Disangsikan

Menanggapi taklimat Presiden Prabowo, Direktur The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research, Adinda Tenriangke Muchtar mengingatkan, kepercayaan diri dan optimisme harus didasari data dan bukti komprehensif. "Highlight penanggulangan kebencanaan, swasembada pangan, dan MBG, itu bukan berarti menjadikan KMP (Kabinet Merah Putih) punya ponten bagus seperti diklaim dalam taklimat tersebut," tuturnya.

Taklimat justru kembali menegasikan masalah yang ada di MBG dan bukan mengevaluasi MBG. Semestinya, kata Adinda, ada pengakuan atas kekurangan nyata program MBG sehingga ada pembenahan kualitas program, bukan pencapaian kuantitas semata.
Klaim keberhasilan pun terkesan hanya menyentuh hal-hal fisik. Persoalan penegakan hak azasi manusia sama sekali tak disentuh.

Selain itu, lanjutnya, taklimat ini belum menyentuh komunikasi publik yang buruk dari pemerintah. Permasalahan kasus pembalakan liar yang menimbulkan bencana, penangkapan aktivis, sampai banyaknya catatan dari masyarakat sipil, menurut Adinda, semestinya dilihat sebagai bagian partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan. Namun, Presiden malah seakan menyentil orang-orang yang kritis kepada pemerintahannya.

"Ini tidak memberi literasi dan edukasi yang baik kepada masyarakat karena seolah-olah menghadap-hadapkan orang yang intelektual, aktivis, dan kritis dan malah dianggap menyebarkan pesimisme, menunjukkan kelemahan, padahal sebenarnya suara-suara masyarakat sipil itu adalah bagian dari partisipasi publik dalam kebijakan dan demokrasi," kata Adinda.

Dia pun menyangsikan evaluasi kinerja kabinet dalam retret ini akan bermakna untuk perbaikan kinerja. Dia berharap, pembenahan kinerja ini juga mencakup bagaimana pemerintah melayani publik, mengajak publik berpartisipasi dalam kebijakan publik, memastikan penegakan hukum dan jaminan akan kebebasan berekspresi, serta mendorong kebijakan yang sesuai azas-azas pemerintah yang baik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Demo Buruh di Jakarta Hari Ini, Hindari Titik Potensi Macet
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Lirik Lagu Rutinitas - Idgitaf
• 19 jam laluinsertlive.com
thumb
Pertamina Kokohkan Peringkat 1 Skor ESG di Sub Industri Integrated Oil and Gas
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Tak Cuma Rusia! AS Hingga Kanada Mau Bangun Pembangkit Nuklir di RI
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Richard Lee Bungkam Jelang Jalani Pemeriksaan Kasus yang Dilaporkan Doktif
• 17 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.