Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengapresiasi heroisme pekerja migran Indonesia bernama Sugianto atas aksinya menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan dahsyat di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.
Apresiasi itu dia sampaikan saat melakukan panggilan video dengan Sugianto yang berada di Korea Selatan, serta istrinya, Indah (30 tahun), di Indramayu, Jawa Barat,
"Terima kasih banyak, Ibu, juga Bapak Sugianto tetap ingat anak dan istri di tanah air. Doa dari istri selalu menyertai agar Bapak bekerja selamat dan sehat," ujar Menteri Mukhtarudin dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa.
Pertemuan virtual tersebut merupakan bagian dari apresiasi Kementerian P2MI atas aksi kemanusiaan Sugianto yang menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan dahsyat di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.
Sebagai bentuk apresiasi, Mukhtarudin berjanji memberikan tabungan pendidikan untuk anak Sugianto yang berada di Indramayu. "Nanti, Kepala Balai BP3MI Jawa Barat akan berkoordinasi langsung dengan Ibu," kata Menteri Muktarudin.
Menteri juga membahas bahwa perusahaan tempat Sugianto bekerja menawarkan presentasi dan koordinasi untuk penempatan pekerja migran lebih lanjut. "Hubungan Indonesia-Korea Selatan sangat baik, jadi hal seperti ini tidak masalah," tegas Mukhtarudin.
Sementara itu, Sugianto menyampaikan permohonan langsung kepada Menteri P2MI agar memfasilitasi pimpinan perusahaan untuk dibantu dalam pembuatan visa kunjungan ke Indonesia, guna melihat perkembangan sektor fishing setiap tahun.
Menteri Mukhtarudin langsung merespons positif. "Nanti Kementerian P2MI fasilitasi koordinasi, bila perlu kita buat studi banding agar bisa saling berbagi pengalaman di sektor perikanan," kata Mukhtarudin.
Selain itu, Sugianto juga berpesan kepada para calon pekerja migran Indonesia agar bekerja secara prosedural dengan kontrak kerja yang jelas.
"Dan khusus sektor fishing agar mempersiapkan mental dan tidak mudah menyerah dengan kondisi pekerjaan yang nanti akan dihadapi, jangan kabur sebelum selesai kontrak," kata Sugianto.
Apresiasi itu dia sampaikan saat melakukan panggilan video dengan Sugianto yang berada di Korea Selatan, serta istrinya, Indah (30 tahun), di Indramayu, Jawa Barat,
"Terima kasih banyak, Ibu, juga Bapak Sugianto tetap ingat anak dan istri di tanah air. Doa dari istri selalu menyertai agar Bapak bekerja selamat dan sehat," ujar Menteri Mukhtarudin dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa.
Pertemuan virtual tersebut merupakan bagian dari apresiasi Kementerian P2MI atas aksi kemanusiaan Sugianto yang menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan dahsyat di Yeongdeok, Gyeongsang Utara, pada Maret 2025 lalu.
Sebagai bentuk apresiasi, Mukhtarudin berjanji memberikan tabungan pendidikan untuk anak Sugianto yang berada di Indramayu. "Nanti, Kepala Balai BP3MI Jawa Barat akan berkoordinasi langsung dengan Ibu," kata Menteri Muktarudin.
Menteri juga membahas bahwa perusahaan tempat Sugianto bekerja menawarkan presentasi dan koordinasi untuk penempatan pekerja migran lebih lanjut. "Hubungan Indonesia-Korea Selatan sangat baik, jadi hal seperti ini tidak masalah," tegas Mukhtarudin.
Sementara itu, Sugianto menyampaikan permohonan langsung kepada Menteri P2MI agar memfasilitasi pimpinan perusahaan untuk dibantu dalam pembuatan visa kunjungan ke Indonesia, guna melihat perkembangan sektor fishing setiap tahun.
Menteri Mukhtarudin langsung merespons positif. "Nanti Kementerian P2MI fasilitasi koordinasi, bila perlu kita buat studi banding agar bisa saling berbagi pengalaman di sektor perikanan," kata Mukhtarudin.
Selain itu, Sugianto juga berpesan kepada para calon pekerja migran Indonesia agar bekerja secara prosedural dengan kontrak kerja yang jelas.
"Dan khusus sektor fishing agar mempersiapkan mental dan tidak mudah menyerah dengan kondisi pekerjaan yang nanti akan dihadapi, jangan kabur sebelum selesai kontrak," kata Sugianto.



