Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terus memacu pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir. Langkah percepatan ini dilakukan dengan target utama agar para korban banjir sudah dapat meninggalkan tenda darurat dan menempati hunian yang lebih layak sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Saat ini, sebanyak 600 unit Huntara sedang dalam proses pengerjaan yang tersebar di 16 titik lokasi, termasuk di kawasan komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.
Pemerintah daerah menilai perpindahan warga ke Huntara bersifat mendesak mengingat kondisi di tenda darurat yang semakin memprihatinkan. Selain keterbatasan ruang, para pengungsi juga menghadapi masalah minimnya fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan sulitnya akses air bersih. Situasi semakin sulit karena wilayah Pidie Jaya masih sering dilanda banjir susulan.
Baca juga: Percepat Pemulihan Aceh, KSP Salurkan Pompa Apung ke Pidie
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan bahwa pembangunan ini dilakukan secara bertahap namun serentak di berbagai lokasi guna mengejar tenggat waktu.
"Harapannya adalah semua pengungsi bisa menempati Huntara ini sehingga dalam bulan puasa nanti masyarakat kami bisa nyaman melaksanakan ibadah di bulan Ramadan," ujar Hasan Basri.
Di sejumlah titik pembangunan bahkan hampir rampung dalam waktu dekat. Sementara untuk di lokasi lainnya masih dalam tahap pembersihan lahan dan penyiapan area. Pemerintah daerah optimis bahwa dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BUMN, target penyelesaian sebelum Ramadan dapat tercapai.
Dengan adanya Huntara ini, diharapkan warga terdampak tidak lagi merasa was-was terhadap ancaman banjir susulan dan dapat menjalani aktivitas harian dengan fasilitas kesehatan dan sanitasi yang lebih memadai dibandingkan di tenda darurat.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5261424/original/075415200_1750668233-library_upload_21_2025_02_645x430_persib-1_9991aa9.jpg)