REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat telah menerjunkan dua alat berat dan 15 personel untuk melakukan pengerukan sedimen di saluran PHB Wali Kota Jakarta Barat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi genangan air saat musim hujan di kawasan Puri Kembangan.
Pengerukan yang dimulai pada Sabtu (3/1) tersebut difokuskan pada area di bawah jembatan yang sulit dijangkau. Menurut Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Barat, Yopi Siregar, "Pengerukan manual kami prioritaskan pada bagian bawah jembatan agar sedimen yang menghambat aliran air bisa diangkat maksimal," ujarnya di Jakarta, Selasa.
Selain alat berat dan personel, Sudin SDA juga mengerahkan 13 unit truk untuk mengangkut sedimen lumpur. Hingga Selasa, pengerjaan sudah memasuki tahap kedua pengangkutan. Diharapkan, pengerukan ini dapat memulihkan kapasitas tampung saluran PHB sehingga aliran air menjadi lebih lancar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Yopi menambahkan, "Bila kapasitas saluran kembali maksimal, tentunya potensi genangan air, baik di bagian hulu dan hilir, dapat diminimalisasi. Ini bagian dari upaya kami mengantisipasi dampak musim hujan."
Saat ini, Sudin SDA Jakarta Barat juga tengah melakukan pengerukan pada 11 kali besar di wilayah tersebut, termasuk Kali Semongol, Kali Pesangrahan, dan Kali Sekretaris, untuk meningkatkan kapasitas tampung air dan mencegah banjir.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5464915/original/006526900_1767753997-IMG-20260106-WA0011.jpg)

