Aceh Jaya: Warga Desa Blang Monlung, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya sudah dua pekan harus melakukan ronda malam. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gajah liar masuk ke permukiman.
"Sudah 12 hari kami melakukan ronda bersama untuk menghalau gajah yang akan masuk ke permukiman dan perkebunan kami," kata seorang warga setempat Hasrizal, di Aceh Jaya, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 6 Januari 2026.
Menurut dia, gajah-gajah tersebut mulai mendekat ke permukiman. "Kami gelisah takut gajah masuk ke permukiman kami," ujarnya.
Baca Juga :
Kemenhut dan Vantara India Siapkan Revitalisasi Rumah Sakit Gajah Sumatra
Akibat dari mendekatnya gajah-gajah tersebut, sejumlah tanaman warga baik sawit dan maupun pisang rusak. "Selama ini kami hanya mengandalkan alat seadanya dengan cara menghalau bersama termasuk dengan mercon yang kami beli swadaya," ungkap Hasrizal.
Ia berharap Polisi Hutan (Polhut) maupun BKSDA dapat membantu agar gajah tersebut keluar dari wilayahnya. Pasalnya, gajah itu sudah mulai masuk ke desa-desa lain di sekitarnya.
"Kami sangat berharap agar pihak terkait segera menghalau gajah tersebut karena sudah sangat meresahkan warga," tutur Hasrizal.
Salah satu gajah jinak yang dilibatkan dalam proses pemasangan GPS Collar pada kawanan gajah liar di Aceh Barat. Foto: Istimewa
Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh Jaya Supriadi menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan warga terkait kekhawatiran gajah masuk ke permukiman tersebut.
"Untuk informasi sudah kita terima terkait gajah masuk kebun warga di Blang Monlung, dan hari ini sudah kita salurkan mercon kepada warga," ungkapnya.
Sebelumnya, stok mercon sempat habis karena banjir di wilayah Aceh sehingga tidak bisa disalurkan. Kini, stok tersebut sudah tersedia kembali.
"Untuk tahap awal kita salurkan mercon dulu kalau nanti gajah tersebut tidak keluar maka akan kita turunkan tim, karena saat ini sejumlah tim kita juga sedang berada di luar daerah di wilayah banjir," jelas Supriadi.



