GenPI.co - Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh menyebut sejumlah desa dan dusun hilang, akibat bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.
Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh Murthalamuddin mengatakan temuan itu, berdasar laporan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh.
“Banyak permukiman lenyap, karena terseret banjir dan longsong. Jadi, tidak bisa lagi dihuni,” katanya dikutip dari Antara, Rabu (7/1).
Dari data mengungkapkan desa dan dusun yang terdampak bencana longsor serta banjir, tersebar di tujuh kabupaten.
Kabupaten tersebut, yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Pidie Jaya.
Murthala menyampaikan bencana tersebut, menyebabkan pemerintah desa di daerah terdampak, tak bisa menjalankan aktivitas pemerintahan dengan normal.
Sebab, semua perangkat desa juga ikut mengungsi bersama warga. Pendataan juga masih berlangsung, untuk menyiapkan langkah penanganan.
“Pendataan lanjutan, untuk rencana pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga yang kehilangan rumah,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan jumlah pengungsi di Aceh ada 217.780 orang.
Terbanyak, yakni di Aceh Tamiang dengan 74.735 orang, Aceh Utara 67.876 orang, dan Gayo Lues dengan 19.906 orang. (ant)
Video populer saat ini:



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5465906/original/031507300_1767779883-ppp_jakarta.jpg)