Presiden Donald Trump menegaskan Venezuela sepakat untuk mengekspor minyak mentah ke Amerika Serikat dengan nilai hingga USD 2 miliar. Kesepakatan ini menjadi negosiasi penting yang berpotensi mengalihkan pasokan dari China sekaligus membantu Venezuela menghindari pemangkasan produksi minyak yang lebih banyak.
Dikutip dari Reuters, Rabu (7/1), Trump menyebut kesepakatan ini sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah Venezuela merespons tuntutannya agar membuka akses bagi perusahaan minyak AS atau memilih untuk menghadapi risiko tekanan militer lebih lanjut. Dia sebelumnya mengatakan ia ingin presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, memberi AS dan perusahaan swasta 'akses penuh' ke industri minyak Venezuela.
Venezuela saat ini memiliki jutaan barel minyak yang telah dimuat di kapal tanker dan tangki penyimpanan, namun tidak dapat dikirim akibat blokade ekspor yang diberlakukan Trump sejak pertengahan Desember. Blokade itu merupakan bagian dari meningkatnya tekanan AS terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang memuncak pada penangkapan Maduro oleh pasukan AS akhir pekan lalu.
Minyak ini, kata Trump, akan dijual dengan harga pasar. Dia sudah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera menjalankan rencana ini. Minyak tersebut akan diambil menggunakan kapal penyimpanan dan dibawa langsung ke dermaga pembongkaran di Amerika Serikat.
"Minyak ini akan dijual dengan harga pasar dan uang hasil penjualannya akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan dana tersebut digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat!" kata Trump.
Penyaluran minyak yang terjebak itu ke AS pada tahap awal kemungkinan membutuhkan pengalihan kargo yang semula ditujukan ke China, kata dua sumber kepada Reuters. China telah menjadi pembeli terbesar minyak Venezuela selama satu dekade terakhir, terutama sejak AS menjatuhkan sanksi pada 2020 terhadap perusahaan yang terlibat dalam perdagangan minyak Venezuela.
“Trump ingin ini terjadi lebih awal agar bisa mengeklaimnya sebagai kemenangan besar,” ujar seorang sumber industri minyak.



