Greenland Bukan Venezuela: Eropa Kirim Sinyal Tegas ke Washington

metrotvnews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Nuuk: Sejumlah negara besar Eropa menyatakan sikap bersama mendukung Greenland di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ambisi Amerika Serikat (AS) terhadap pulau Arktik tersebut. Kekhawatiran itu mencuat menyusul operasi militer Washington yang berujung pada penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa AS “membutuhkan” Greenland. Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller bahkan menyebut tidak akan ada pihak yang bersedia menantang Amerika Serikat terkait masa depan wilayah otonom Greenland tersebut.

Menanggapi situasi itu, para pemimpin Prancis, Inggris, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Denmark pada Rabu merilis pernyataan bersama yang menegaskan bahwa Greenland “adalah milik rakyatnya."

“Keputusan terkait Denmark dan Greenland sepenuhnya berada di tangan Denmark dan Greenland, dan hanya mereka,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari The New Daily, Rabu, 7 Januari 2026

Para pemimpin Eropa juga menekankan bahwa keamanan kawasan Arktik harus dijaga secara kolektif bersama sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat.

“NATO telah menegaskan bahwa kawasan Arktik merupakan prioritas, dan sekutu Eropa terus meningkatkan peran mereka,” lanjut pernyataan itu.
“Kami dan banyak sekutu lainnya telah menambah kehadiran, aktivitas, serta investasi guna menjaga keamanan Arktik dan menangkal potensi ancaman.” Ambisi AS Picu Kekhawatiran Trump dalam beberapa pekan terakhir kembali mengulang keinginannya untuk menguasai Greenland, gagasan yang pertama kali ia lontarkan pada 2019 saat menjabat presiden untuk periode pertama. Ia menilai pulau tersebut krusial bagi kepentingan militer Amerika Serikat dan menuduh Denmark tidak cukup maksimal dalam melindunginya.

Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada akhir pekan lalu, yang berhasil menangkap pemimpin negara itu, semakin memicu kekhawatiran di Eropa bahwa Greenland dapat menghadapi skenario serupa.

Gedung Putih mengatakan kepada CNN bahwa Trump memandang Greenland memiliki posisi strategis yang sangat penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat.

“Ia yakin masyarakat Greenland akan lebih terlindungi jika berada di bawah perlindungan Amerika Serikat dari ancaman modern di kawasan Arktik,” kata seorang juru bicara Gedung Putih pada Rabu.

“Presiden berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian jangka panjang di dalam dan luar negeri.”

Dari dalam negeri Amerika Serikat, Senator Partai Demokrat Ruben Gallego memperingatkan perlunya langkah konkret untuk menghentikan Trump.

“Bangun. Trump mengatakan dengan jelas apa yang ingin ia lakukan. Kita harus menghentikannya sebelum ia menyerbu negara lain secara sepihak,” tulis Gallego di platform X.

“Saya akan mengajukan resolusi untuk mencegah Trump menyerbu Greenland. Tidak ada lagi perang tanpa akhir.”

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan bahwa Denmark dapat mengandalkan solidaritas penuh Eropa dalam isu Greenland.

“Tidak boleh ada anggota yang menyerang atau mengancam anggota lain dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Jika itu terjadi, NATO akan kehilangan maknanya,” kata Tusk kepada wartawan di Warsawa.

Perdana Menteri Belanda Dick Schoof juga menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan bersama tersebut melalui platform X. Tekanan AS atas Greenland Sebagai respons atas kritik Amerika Serikat terhadap kemampuan pertahanan Greenland, Denmark tahun lalu berjanji mengalokasikan dana sebesar 42 miliar kroner Denmark atau sekitar 9,79 miliar dolar AS untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan Arktik.

Namun, pernyataan Stephen Miller justru memicu kekhawatiran baru di kalangan sekutu Eropa Amerika Serikat. Ia meremehkan isu kedaulatan Denmark dan hukum internasional.

“Anda bisa berbicara sepanjang apa pun soal etika internasional dan hal-hal lainnya. Tapi kita hidup di dunia nyata yang diatur oleh kekuatan, oleh paksaan, oleh kekuasaan,” kata Miller.

“Tidak ada alasan untuk memikirkan atau membicarakan ini dalam konteks operasi militer. Tidak ada pihak yang akan melawan Amerika Serikat secara militer terkait masa depan Greenland.”

Beberapa jam setelah operasi Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu, istri Miller, Katie Miller, mengunggah peta Greenland yang dilapisi bendera Amerika Serikat di platform X dengan keterangan “SOON."

Greenland, pulau terbesar di dunia dengan populasi sekitar 57.000 jiwa, bukan negara anggota NATO secara independen, namun tercakup dalam keanggotaan Denmark di aliansi militer Barat tersebut.

Letaknya yang strategis di antara Eropa dan Amerika Utara menjadikannya penting bagi sistem pertahanan rudal balistik Amerika Serikat. Selain itu, kekayaan mineral Greenland sejalan dengan ambisi Washington untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor dari Tiongkok.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen pada Senin mengatakan pemerintahannya berupaya memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat dan meminta warga tidak khawatir akan adanya pengambilalihan oleh Washington dalam waktu dekat.

Baca juga:  Gedung Putih: Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dampak Ekonomi Kampung Nelayan Merah Putih
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tendang Kepala Lawan, Pemain Liga 4 DIY Dilarang Bermain Seumur Hidup
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Respons IHSG Sempat Cetak Rekor 9.000: Investor Percaya Ekonomi RI
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
DPR Reses, Komisi III Gelar RDPU Bareng Pakar Bahas Reformasi Polri-Pengadilan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Keberatan dengan Eksepsi Nadiem, Jaksa: Tak Perlu Cari Simpati dan Giring Opini
• 8 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.