Kemenkes Didesak Sosialisasikan Penggunaan Masker, Seusai Muncul Virus Super Flu

jpnn.com
1 hari lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik.

Hal itu menurut dia, sebagai langkah pencegahan penularan virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu yang sudah terdeteksi masuk Indonesia.

BACA JUGA: Banyak Makan Protein dan Kurangi Karbohidrat Cara Menangkal Virus Super Flu

“Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza,” kata Neng Eem dikutip Rabu (7/1).

Menurut dia, pencegahan seperti itu harus menjadi prioritas pemerintah, mengingat super flu dilaporkan telah menginfeksi sejumlah negara, seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Indonesia.

BACA JUGA: 5 Orang di Sumsel Terjangkit Super Flu

Pemerintah diminta melakukan langkah antisipasi tanpa menunggu lonjakan kasus penularan virus super flu tersebut.

Dia lalu menyampaikan bahwa penggunaan masker merupakan langkah kesehatan masyarakat berbasis bukti ilmiah.

Masker, kata dia, mampu mengurangi risiko penularan melalui droplet dan aerosol, terutama di ruang publik yang padat, transportasi umum, fasilitas pelayanan kesehatan, serta area dengan sirkulasi udara terbatas.

Selain pencegahan di tingkat masyarakat, Neng Eem juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, hingga mekanisme penanganan pasien.

“Kesiapan faskes menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak. Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai superflu sudah ada sejak lama, seperti flu biasa, dan tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).

"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. influenza H3N2," kata Budi.

Meski tidak seberbahaya COVID-19, dia mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan imunitas dengan istirahat yang cukup, berolahraga yang rutin.(antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
APBD Jabar 2026 Tergerus, Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Jadi Tulang Punggung
• 7 menit lalubisnis.com
thumb
Sakit di Tempat Pengungsian, 1 Korban Banjir Pulau Siau Meninggal Dunia
• 2 jam lalugenpi.co
thumb
Kabar Gembira, Pekan Depan Gaji ASN Dibayarkan
• 17 menit laluharianfajar
thumb
Koalisi Sipil: Draf Perpres Tugas TNI Mengatasi Terorisme Mengancam HAM hingga Demokrasi
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Dirjen Migas Buka Suara soal Impor BBM SPBU Swasta, Ini Penjelasannya
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.