Belakangan beredar klaim bahwa konsumsi biji pepaya dapat menurunkan hormon kesuburan dan bahkan berfungsi sebagai alat kontrasepsi alami.
Ya, Moms, klaim ini ramai diperbincangkan di media sosial dan membuat sebagian pasangan bertanya-tanya apakah biji pepaya benar-benar bisa mencegah kehamilan. Lantas, apakah informasi tersebut benar secara medis, atau hanya sekadar mitos?
Penjelasan Dokter soal Biji Pepaya dan KesuburanDokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa pepaya ataupun biji pepaya dapat menghambat ovulasi pada perempuan atau merusak kualitas sperma pada laki-laki.
Dengan kata lain, klaim bahwa biji pepaya bisa dijadikan alat kontrasepsi belum memiliki dasar medis yang kuat, Moms.
“Jadi ini masih mitos, ya. Untuk kontrasepsi, tetap gunakan metode KB yang sudah terbukti secara medis,” jelas dr. Andrew kepada kumparanMOM, Selasa (6/1).
Terkait pasangan yang mengaku berhasil menunda kehamilan tanpa KB medis, dr. Andrew menjelaskan kemungkinan besar mereka menerapkan KB alami dengan metode kalender.
Metode kalender dilakukan dengan menghitung masa subur dan menghindari hubungan seksual pada periode tersebut. Namun, metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang jauh lebih rendah dibandingkan KB medis, Moms.
Tingkat Kegagalan KB Alami Metode KalenderBeberapa hal yang perlu dipahami orang tua dan pasangan tentang KB kalender:
Tingkat kegagalan metode kalender pada tahun pertama bisa mencapai 19–20%
Setelah digunakan lebih lama dan perhitungan semakin akurat, angka kegagalan dapat menurun hingga sekitar 4% pada tahun-tahun berikutnya
Sehingga, untuk menjaga kehamilan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter kandungan ya, Moms. Supaya lebih akurat dan mantap menentukan KB apa yang cocok untuk diri sendiri.




