Gunungan Sampah di Ciputat Tangsel Timbulkan Belatung Merayap ke Jalan

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Meski masa darurat sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah dinyatakan berakhir, persoalan penumpukan sampah masih ada.

Di Pasar Jombang, Kecamatan Ciputat, gunungan sampah setinggi sekitar empat meter terlihat menumpuk dan memunculkan belatung yang merayap hingga ke badan jalan.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan pengendara yang melintas. Bau menyengat serta aliran air lindi membuat suasana pasar semakin tidak nyaman.

Rizal, salah satu warga, mengatakan tumpukan sampah tersebut hampir sebulan tidak diangkut petugas.

“Beginilah kondisinya. Sampah sudah hampir sebulan tidak diangkat, kurang lebih tiga mingguan,” ujar Rizal, Selasa (7/1).

Ia menuturkan dampak penumpukan sampah cukup besar bagi pedagang sekitar. Salah satu warung es kelapa bahkan terpaksa tutup karena tertutup tumpukan sampah dan mengalami kerugian.

“Pemilik warung sudah komplain karena dia bayar sewa harian, tapi warungnya ketutupan sampah,” katanya.

Selain bau menyengat, Rizal menyebut ribuan belatung muncul dari tumpukan sampah dan mulai merayap ke jalan sehingga membuat warga semakin resah.

“Belatungnya banyak, sampai merayap ke jalan. Banyak warga yang mengeluh, parkiran ketutup sampah, warung juga jadi kebauan,” ucapnya.

Hingga kini, tumpukan sampah di Pasar Jombang belum menunjukkan tanda-tanda akan dibersihkan meski masa darurat telah dicabut. Warga berharap Pemkot Tangsel segera melakukan penanganan agar kondisi pasar kembali normal dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Pemkot Tangsel Belum Angkut Sampah

Di Pasar Cimanggis—juga di Ciputat—gunungan sampah belum diangkut oleh Pemkot Tangsel. Kondisi ini menuai banyak keluhan warga dan pengguna jalan.

Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga menyebabkan penyempitan badan jalan hingga memicu kemacetan lalu lintas.

Pantauan kumparan di lokasi, sampah yang didominasi limbah pasar seperti sisa sayuran, buah-buahan, serta plastik sampah rumah tangga terlihat menumpuk hingga menutupi sebagian sisi jalan. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus bergantian melewati jalur yang tersisa.

Salah satu pengendara motor, Khairul, mengatakan tumpukan sampah kembali terjadi sejak sepekan terakhir. Ia mengaku terganggu, terutama karena bau tak sedap dan kemacetan yang ditimbulkan.

“Ganggu banget, soalnya bau juga. Sampah menutupi separuh jalan, tadi jadi tersendat 1 sampai 3 kilometer,” ujarnya, Rabu (7/1).

Hal senada disampaikan Suprianto, pengendara mobil yang setiap hari melintas di kawasan Pasar Cimanggis. Ia menyebut tumpukan sampah kini mencapai ketinggian sekitar tiga meter dan terus bertambah setiap hari.

“Semoga Pemkot Tangsel segera mengambil langkah cepat untuk menata kembali sistem pengelolaan sampah agar kejadian ini tidak terulang,” harapnya.

Sebagai informasi, penumpukan sampah ini terjadi setelah ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong.

Sejumlah langkah telah dilakukan Pemkot Tangsel untuk menekan penumpukan sampah, di antaranya dengan mengirim sampah ke TPAS Cilowong, Serang, serta ke Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengakuan dan Tanggung Jawab Tidak Cukup, Pihak Icel Minta Anrez Menikahi Secara Sah
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kabar Kantor Raja Juli Digeledah Kejaksaan Agung Terkait Kasus Korupsi Dibantah Humas Kemenhut
• 7 jam lalufajar.co.id
thumb
Setahun Menjabat, Prabowo Akui Berkali-kali Ditawari Suap
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari Ini, Purbaya Akan Sampaikan Pengumuman Penting
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Doktif Berharap Richard Lee Bisa Ditahan
• 23 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.