Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten pengelola jejaring restoran cepat saji KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) melonjak tajam sepanjang 2025. Bagaimana kemudian target lanjutan lompatan saham FAST pada tahun ini?
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham FAST telah terbang pada sepanjang 2025. Adapun, saham FAST menanjak 114,04% dalam setahun hingga menyentuh level Rp630 per lembar pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu (7/1/2026).
Pada 2026, kinerja saham FAST pun masih dalam tren penguatan. Harga saham FAST telah menguat 6,84% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd).
Tim Riset MNC Sekuritas mencatat penguatan saham FAST pada tahun ini disertai dengan peningkatan volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan posisi FAST saat ini sedang berada di awal gelombang korektif, atau wave [1] dari wave {C}.
MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan buy on weakness untuk saham FAST di level Rp580-Rp625 per lembar.
"Target price di Rp700, Rp740," tulis Tim Riset MNC Sekuritas pada Rabu (7/1/2026).
Baca Juga
- Suntikan Haji Isam dan Grup Salim Bikin Saham KFC (FAST) Terbang
- KFC (FAST) hingga Unilever (UNVR) Berjibaku Pulihkan Diri dari Boikot
- Siasat KFC (FAST) Hadapi Boikot & Gempuran Merek Ayam Goreng Lokal
Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi dan Kenzie Keane dalam risetnya menilai saham FAST terdorong oleh pemulihan kinerja keuangan di mana perolehan laba menanti FAST.
Berdasarkan laporan keuangannya, FAST masih membukukan rugi bersih sebesar Rp239,58 miliar per kuartal III/2025, meskipun ruginya susut 56,99% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp557,08 miliar.
Perolehan laba FAST ke depan mampu didorong oleh strategi ekspansi gerai hingga dukungan Galael dan Grup Salim. Selain itu, koneksi baru melalui SFN pun mampu mendorong kinerja bisnis FAST.
“Ke depannya, FAST bertujuan untuk memperkuat lintasan pertumbuhan jangka menengah hingga panjang melalui optimalisasi gerai yang terarah dan perluasan jaringan,” tulis Jonathan dan Kenzie dalam risetnya.
Samuel Sekuritas memproyeksikan laba bersih FAST akan positif pada 2027, dengan pertumbuhan laba per tahun (compounded annual growth rate/CAGR) dalam jangka waktu tiga tahun mencapai 41,3%.
Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy terhadap saham FAST dengan target harga hingga Rp1.000 per lembar didorong kisah pemulihan dan rerating ulang kapitalisasi pasar.
Namun, terdapat sejumlah tantangan bagi saham FAST di antaranya daya beli yang lebih lemah dari perkiraan, meningkatnya isu geopolitik sehingga menyebabkan efek boikot, dan fluktuasi harga bahan baku.



