KIJA adalah perusahaan pengembang kawasan industri pertama di Indonesia yang melantai di bursa, emiten ini mencatatkan sahamnya secara perdana pada 1995.
IDXChannel—Siapa pemilik KIJA? PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) adalah emiten properti dan real estate, perusahaan ini menjalankan bisnis utamanya di bidang pengembangan kota mandiri berbasis industri.
KIJA adalah perusahaan pengembang kawasan industri pertama di Indonesia yang melantai di bursa, emiten ini mencatatkan sahamnya secara perdana pada 1995 dengan melepas 47 juta saham, di mana perseroan mendapatkan dana senilai Rp232 miliaran.
Bisnis perseroan terbagi menjadi tiga lini utama. Yakni pengembangan lahan dan properti, infrastruktur dan jasa, serta leisure & hospitality. Inti bisnis KIJA adalah pengembangan kawasan industri berikut infrastruktur dan jasa manajemennya.
Wilayah pengembangan utama milik KIJA adalah Kota Jababeka di Cikarang, sebuah kota terpadu seluas 5.600 hektare dengan penduduk yang kini mencapai 1 juta orang. Kota ini adalah wilayah pemukiman dengan kawasan industri mandiri.
Melansir laman resmi perseroan (7/1/2026), kawasan industri Jababeka kini ditempati oleh 1.650 perusahaan nasional dan multinasional dari 30 negara. Antara lain AS, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, dan sebagainya.
Perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut misalnya L’Oreal, Mattel, Samsung, Unilever, United Tractors, Akzo Nobel, Nissin Mas, ICI Paints, dan sebagainya.
Selain Kota Jababeka, KIJA juga mengembangkan kawasan industri serupa di Tanjung Lesung dengan fokus pada industri pariwisata, perhotelan, dan rekreasi. Lalu kawasan industri di Kendal, Jawa Tengah, yang dikembangkan bersama perusahaan Singapura.
Lot industrial yang disediakan perseroan dapat digunakan oleh perusahaan skala kecil dan menengah. Jenis properti industrial yang tersedia misalnya pabrik siap bangun, pergudangan, workshop untuk UMKM, dan sebagainya.
Selain kawasan industri, KIJA juga mengembangkan hunian dan fasilitas penunjang di dalam kawasan seperti fasilitas pengolahan limbah, kawasan niaga/komersil, institusi pendidikan, dan sebagainya.
Lalu siapa pemilik KIJA saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.
Siapa Pemilik KIJA?Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke bursa, per 30 November 2025 ada dua pengendali saham KIJA. Yakni Setyono Djuandi dan Aida Garnida. Garnida tercatat memiliki 580 juta saham, setara 2,78 persen dari total saham terdaftar.
Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Mu Min Ali Gunawan dengan kepemilikan sebanyak 4,39 miliar saham atau 21,08 persen, dan Islamic Development Bank dengan kepemilikan sebanyak 2,40 miliar saham, atau 11,52 persen dari total saham.
Adapun masyarakat memiliki 12,26 miliar saham KIJA, atau setara 58,90 persen dari total saham terdaftar.
Pada perdagangan Rabu 7 Desember 2025, saham KIJA diperdagangkan di kisaran Rp254 per saham pada sesi satu, naik 5,83 persen dari pembukaan. Dalam satu tahun terakhir, saham KIJA mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,11 persen.
Itulah informasi singkat tentang siapa pemilik KIJA.
(Nadya Kurnia)



