Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Tito Karnavian untuk mengakselerasi rekonstruksi infrastruktur di tiga provinsi terdampak.
Pemerintah Indonesia resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Sumatera.
Langkah strategis ini diambil guna memulihkan dampak kerusakan luas yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai ketua satgas tersebut.
Keputusan ini didasari atas luasnya cakupan wilayah terdampak yang meliputi 52 kabupaten dan kota di sepanjang wilayah barat Sumatera.
Fokus Pemulihan Infrastruktur Vital
Tito Karnavian menjelaskan bahwa satgas ini mengemban mandat khusus untuk memulihkan fungsi pelayanan publik dan infrastruktur dasar.
Prioritas utama mencakup pembangunan kembali fasilitas pendidikan, pusat kesehatan, gedung pemerintahan, akses jalan, hingga penyediaan hunian bagi warga terdampak.
"Ini bencana Sumatera, tiga provinsi, 52 kabupaten/kota," ujar Tito saat memberikan keterangan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Selasa 6 Januari 2026 malam.
Meski tidak ada tenggat waktu yang ditetapkan oleh Kepala Negara, pembentukan satgas ini diharapkan menjadi mesin penggerak agar proses rekonstruksi berjalan lebih efisien dibandingkan prosedur standar.
Sinergi dan Pembagian Kerja
Tito menegaskan bahwa kehadiran tim khusus ini tidak akan tumpang tindih dengan fungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebaliknya, keduanya akan bekerja secara berkesinambungan sesuai fase penanganan bencana.
"BNPB berfokus pada masa tanggap darurat, sedangkan satgas yang dipimpinnya menangani tahap rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak," tegas Tito.
Untuk merumuskan langkah taktis, Mendagri dijadwalkan melakukan koordinasi intensif dengan Wakil Ketua Satgas, Letjen TNI Richard Tampubolon, pada Rabu 7 Januari 2026 Siang.
Pertemuan tersebut bertujuan menyusun peta jalan terstruktur guna memastikan pemulihan berjalan tepat sasaran.
Alasan Penunjukan Mendagri
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan di balik penunjukan Tito Karnavian.
Kapasitasnya sebagai Mendagri dinilai krusial dalam mengonsolidasikan pemerintah daerah di bawah satu komando koordinasi yang kuat.
"Karena bencana kali ini yang terdampak di tiga provinsi cukup luas. Dalam kapasitas beliau sebagai menteri dalam negeri, Bapak Presiden meyakini koordinasi akan berjalan lebih baik," jelas Prasetyo.
Pembentukan satgas ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintahan Presiden Prabowo dalam merespons cepat krisis regional dan memastikan stabilitas sosial-ekonomi di wilayah terdampak segera pulih.
Editor: Redaksi TVRINews





