Caracas: Presiden interim Venezuela Delcy Rodríguez secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari mulai Selasa, 6 Januari 2026. Keputusan ini diambil untuk menghormati anggota militer Venezuela yang tewas dalam operasi penggerebekan pasukan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, yang menargetkan penangkapan Nicolas Maduro.
Dalam pernyataan resmi pemerintah yang dikutip AsiaOne, Rabu, 7 Januari 2026, disebutkan bahwa sekitar 24 perwira militer Venezuela tewas dalam operasi tersebut.
Rodríguez menegaskan bahwa pengorbanan para personel keamanan itu merupakan kehilangan besar bagi negara, terutama di tengah apa yang ia sebut sebagai intervensi asing terhadap kedaulatan Venezuela.
Selain korban dari pihak Venezuela, pemerintah Kuba melaporkan bahwa sebanyak 32 anggota militer dan kepolisian Kuba yang bertugas di Venezuela turut tewas dalam operasi yang sama. Sebagai bentuk penghormatan, Havana menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari sejak Minggu lalu.
Kehadiran personel keamanan Kuba di Venezuela selama ini menjadi sasaran kritik Washington. Amerika Serikat menuduh Kuba memberikan dukungan intelijen dan pengamanan untuk mempertahankan pemerintahan Maduro, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Havana.
Operasi militer Amerika Serikat yang dilancarkan akhir pekan lalu bertujuan menangkap Nicolás Maduro atas berbagai dakwaan federal, termasuk tuduhan terorisme narkotika.
Meski operasi tersebut berhasil membawa Maduro ke Amerika Serikat, eskalasi kekerasan yang menewaskan puluhan personel militer Venezuela dan Kuba memicu kecaman keras dari negara-negara dan kelompok yang selama ini mendukung Maduro di kawasan Amerika Latin.
Sementara itu, kondisi keamanan di ibu kota Caracas dilaporkan berada dalam pengawasan ketat seiring dimulainya masa berkabung nasional. Pemerintah pelaksana di bawah Rodríguez menyerukan persatuan nasional, sembari terus menentang operasi militer Amerika Serikat yang dinilai melanggar hukum internasional. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Rodriguez Tegaskan Venezuela Tak Dikendalikan Agen Asing, Peran AS Belum Jelas


