FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sebuah unggahan akun X bernama Solekhan (@_PASMAN_TAP) kembali memantik perdebatan publik soal isu ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi.
Dalam unggahannya pada Senin (6/1/2026), Solekhan menampilkan sejumlah potongan berita lama yang menurutnya dibungkam sejak setahun terakhir.
Dalam cuitannya, ia menuliskan bahwa dugaan pembungkaman itu bisa dicek langsung pada laman google.
“Berita ini dibungkam sejak setahun yang lalu silakan Googling artikel-artikel pernyataan di bawah ini,” tulisnya.
“Ada yg berani menangkap Prof Yudhie Haryono?,” tambahnya.
Unggahan itu disertai kolase gambar berisi narasi terkait Universitas Gadjah Mada (UGM), isu ijazah Jokowi, serta nama Prof M. Yudhie Haryono yang disebut-sebut pernah memberikan pernyataan mengenai keaslian ijazah tersebut.
Beberapa potongan narasi dalam gambar yang diunggah antara lain menyebutkan bahwa nama baik UGM tercoreng karena membela isu ijazah Jokowi.
Serta, klaim bahwa Jokowi “tidak memiliki ijazah UGM” menurut pandangan tertentu.
Unggahan itu juga menampilkan konteks Pilkada Solo dan peran pejabat kampus pada periode tertentu.
Cuitan tersebut langsung menyedot perhatian warganet. Hingga Selasa (7/1/2026), unggahan itu telah dibagikan ratusan kali dan memicu banyak komentar netizen.
Komentar salah satunya datang dari akun @putraputri69302 yang mendorong aparat penegak hukum turun tangan.
Ia menilai, demi mencegah kegaduhan nasional, Polda DIY seharusnya memeriksa pihak rektorat dan staf UGM yang berkaitan langsung dengan isu tersebut.
Ada pula warganet yang menyesalkan isu ini tidak diselesaikan secara tuntas sejak awal.
Akun @wisnuputro07 menuliskan, seharusnya ketika isu ijazah mencuat di media nasional, pemerintah dan kampus terkait membuka hasil uji forensik secara terbuka agar polemik tidak berlarut-larut.
Di sisi lain, komentar bernada satire juga bermunculan. Akun parodi @Selcrigz menyebut praktik saling lepasan bukan hal baru dalam politik.
Sementara akun @elly338519 menyampaikan rasa malu dengan menyebut nama Jokowi secara langsung.
“Memalukan sekali Jokowi,” tandasnya.
Sebelumnya, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia kembali menyampaikan keabsahan ijazah Presiden ke-7, Jokowi, yang belakangan terus dipersoalkan di ruang publik, khususnya terkait foto ijazah yang menampilkan Jokowi berkacamata.
Ova menyebut bahwa polemik tersebut perlu dilihat berdasarkan data dan arsip resmi yang dimiliki UGM sebagai institusi pendidikan.
Ia menyebut, UGM memiliki rekam jejak lengkap sejak awal Jokowi diterima sebagai mahasiswa hingga dinyatakan lulus.
“Terkait foto ijazah Joko Widodo berkacamata, kami tegaskan bahwa isu ijazah Joko Widodo masih menjadi perdebatan di masyarakat,” ujar Ova dikutip pada Rabu (17/12/2025).
Dikatakan Ova, Jokowi tercatat secara resmi sebagai mahasiswa UGM sejak 1980. Adapun bukti penerimaan tersebut masih tersimpan rapi.
“UGM menerima mahasiswa yang bernama Joko Widodo dan terdaftar pertama kali tanggal 28 Juli 1980,” katanya.
Terkait ijazah, Ova menyebut bahwa Jokowi menerima dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jokowi telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan,” katanya.
Menjawab polemik foto ijazah berkacamata, Ova menjelaskan bahwa aturan pada masa itu tidak melarang penggunaan kacamata dalam foto ijazah.
“Hal ini sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan oleh pembantu rektor bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat tanggal 3 November 1984,” terangnya.
Selain itu, UGM juga memiliki arsip pembanding. Ova mengklaim bahwa klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab institusi, bukan pembelaan personal.
“Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran, sebagai tanggung jawab UGM dan tidak untuk membela satu pihak pun secara tidak proporsional,” kuncinya.
(Muhsin/Fajar)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466252/original/096606600_1767840769-Polisi.jpeg)

