Bandung: Pemerintah Kota Bandung menyiapkan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari sebagai langkah antisipasi terhadap wabah super flu. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu di Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan secara ketat, termasuk menyiapkan berbagai langkah pencegahan jika kasus ditemukan di wilayahnya. Upaya ini dilakukan menyusul adanya temuan 10 kasus super flu di Provinsi Jawa Barat.
"Kita akan mengamati dengan sangat seksama. Apabila memang ada yang terindikasi di Kota Bandung mengidap super flu, kita sudah siapkan di RSUD tempat isolasi yang sangat baik," kata Farhan di Bandung, Rabu, 8 Januari 2026.
Baca Juga :
Terdeteksi Masuk Jabar, Dinkes Kota Bandung Waspadai Penyebaran Super FluBerdasarkan laporan terkini, dari 10 orang yang menjalani pemeriksaan lanjutan atau treatment X-ray (TXR) di Jawa Barat, tidak satu pun berasal dari Kota Bandung. Meski demikian, Farhan menegaskan pihaknya tetap waspada terhadap kemungkinan masuknya super flu ke wilayah Kota Bandung.
"Sejauh ini, tidak ada yang di Kota Bandung," jelas Farhan.
Meski belum ada temuan kasus, Farhan memastikan Dinas Kesehatan Kota Bandung tetap melakukan langkah pencegahan dengan memperketat screening kesehatan. Pemeriksaan dini akan dilakukan di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit.
"Pencegahannya tentu kita akan melakukan screening. Screening-nya di puskesmas dan di rumah sakit. Apabila ada keluhan flu, itu akan kita waspadai," jelas Farhan.
Ilustrasi. Medcom
Selain super flu, Farhan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit lain yang berpotensi meningkat pada awal tahun. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD).
"Tingkat kewaspadaan kita sekarang tidak hanya super flu, tetapi juga demam berdarah, karena demam berdarah dikhawatirkan pada bulan Januari ini akan meningkat," beber Farhan.
Menurut Farhan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor pemicu. Curah hujan tinggi pada November dan Desember yang kemudian menurun drastis pada Januari berpotensi menimbulkan banyak genangan air.
"Selama bulan November dan Desember curah hujan tinggi, ini Januari tiba-tiba curah hujan turun. Artinya akan banyak genangan, tempat-tempat pembiakan nyamuk demam berdarah. Bapak-bapak, ibu-ibu, hati-hati," ujar Farhan.


