Disebut Sindir Slank Lewat Lagu, Kuburan Band Hubungi Kaka

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Media sosial X baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah karya musik yang diduga milik Kuburan Band. Lagu tersebut ramai diperbincangkan karena dianggap mocking atau mengejek lagu terbaru Slank yang berjudul Republik Fufufafa.

Denny Rahmat Ramdani (pemain bass) dan Raka Auliantara (gitaris) dari Kuburan Band akhirnya angkat bicara. Denny menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.

"Itu dapat kami pastikan sebenarnya enggak betul, ya, alias salah tag kayaknya," kata Denny kepada kumparan, Selasa (6/1).

Denny menjelaskan, sejak pertama muncul, pihak band sudah menyadari ada sesuatu yang janggal. Setelah didengarkan dengan saksama, mereka yakin lagu tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).

"Meskipun kita sudah langsung ngeh kalau lagunya menurut kita itu AI banget. Dari musiknya saja ketahuan," tutur Denny.

Senada dengan Denny, Raka juga melihat kejanggalan pada teknis musiknya. "Karena enggak ada yang serapi itu main musiknya. Terlalu rapi bagi kita kalau itu dibilang lagu asli buatan manusia," kelakar Raka.

Kuburan Band Langsung Hubungi Kaka Slank

Menghindari kesalahpahaman dengan Slank, Kuburan Band langsung mengambil langkah cepat dengan menghubungi Kaka Slank melalui Instagram.

"Kami menghubungi Mas Kaka. Karena meskipun jarang ketemu, tapi pernah manggung bareng, kami merasa dekat-dekat saja," ucap Denny.

Beruntung, Kaka Slank menyambut baik penjelasan Kuburan Band tersebut.

"Mas Kaka responsnya enak. Dia bilang 'Iyalah', maksudnya mereka juga sudah bisa lihat kalau itu karyanya robot atau generik lah," ungkap Denny.

Bahkan, Denny menceritakan bahwa Kaka Slank justru merasa tidak enak karena nama Kuburan Band jadi ikut terseret.

"Bahkan Mas Kaka malah mendoakan, dia merasa enggak enak malah Kuburan Band jadi terbawa gara-gara Slank. Dia takut malah mengganggu promo lagu baru kami, yang baru rilis, Ajeng," kata Denny.

Denny mengibaratkan AI seperti musuh dalam film Mission Impossible.

"Jadi masalah ini kayak kerjaan Entity atau entitas AI di film itu. Entitas itu kan basisnya AI, jadi kayak adu domba. Untungnya enggak ada yang disandera ya," ucap Denny seraya tertawa.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Korupsi Dana Desa Rp 500 Juta, Kades di Pandeglang Bikin Pembelanjaan Fiktif
• 44 menit laludetik.com
thumb
Keseimbangan Hukum Konservasi dan Kemanusiaan dalam Putusan Kakek Masir
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Geger Nikah 19 Tahun Ala TikToker, BKKBN Ungkap Bahayanya Bagi SDM Bangsa
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Bursa Transfer Timnas Indonesia: Elkan Baggott Cari Klub Baru, Media Inggris Bongkar Peluang Balik ke Pelukan Mantan
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Bantuan Chromebook Mangkrak, Sekolah Dasar di Bali Bingung Perawatan Laptop yang Sudah Rusak
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.