Bus Tabrak Demonstran Anti-Wajib Militer Israel, 1 Orang Tewas-3 Luka

detik.com
1 hari lalu
Cover Berita
Yerusalem -

Sedikitnya satu orang tewas di wilayah Yerusalem, setelah sebuah bus menabrak kerumunan demonstran yang memprotes undang-undang yang mewajibkan wajib militer bagi kalangan Yahudi ultra-Ortodoks ke dalam Angkatan Bersenjata Israel. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Keterangan sejumlah petugas penyelamat dari layanan darurat Magen David Adom, seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2025), menyebutkan bahwa sebuah bus menabrak tiga pejalan kaki, kemudian melaju dan menabrak seorang remaja berusia 18 tahun yang terjebak di bawah kendaraan tersebut.

"Paramedis menyatakan dia meninggal di lokasi kejadian," kata Magen David Adom dalam pernyataannya.

Insiden mematikan itu terjadi pada Selasa (6/1), ketika ribuan warga Yahudi dari kalangan ultra-Ortodoks turun ke jalan untuk memprotes undang-undang yang mewajibkan mereka bergabung dengan militer Israel, karena militer Tel Aviv kekurangan personel setelah dua tahun terlibat perang di berbagai front.

Baca juga: Bertambah Lagi Tentara Israel Bunuh Diri Sejak Perang Gaza

Unjuk rasa besar-besaran untuk menentang undang-undang tersebut telah digelar secara rutin dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut keterangan Kepolisian Israel, unjuk rasa pada Selasa (6/1) menjadi ricuh setelah "sekelompok kecil perusuh mulai mengganggu ketertiban umum secara brutal, termasuk dengan memblokir jalur lalu lintas, merusak sejumlah bus, membakar tempat sampah, melemparkan benda dan telor ke para polisi dan Kepolisian Perbatasan, meneriakkan caci maki, dan menyerang para jurnalis yang bekerja di lokasi kejadian".

Disebutkan oleh pihak kepolisian bahwa bus tersebut "diblokir oleh para perusuh yang... mengalangi rutenya".

Sopir bus tersebut, yang identitasnya tidak diungkap ke publik, telah ditangkap. Ketika diinterogasi, sopir bus itu mengaku "diserang oleh para perusuh, setelah itu insiden yang sangat disayangkan tersebut terjadi".

Sejumlah sumber Kepolisian Israel, yang dikutip media lokal, menepis kekhawatiran bahwa insiden itu merupakan serangan teror.




(nvc/ita)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Kasus Richard Lee, Polisi dalam Waktu Dekat Bakal Panggil RL Kembali: Melanjutkan Pertanyaan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Sumur Baru Ditemukan Pertamina EP dengan Potensi 3.442 Barel Minyak
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Waspada Kejahatan Perbankan, Ini Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Prabowo Serahkan Bonus ke Atlet Peraih Medali SEA Games
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Gedung Putih Sebut Rencana Akuisisi Greenland untuk Cegah Agresi China dan Rusia di Arktik
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.