Densus 88: Korban Bullying dan Broken Home Faktor Anak Terpapar Konten Kekerasan

tvrinews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap latar belakang psikososial anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital dan tergabung dalam komunitas True Crime Community (TCC).

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Mayndra Eka Wardhana, mengatakan hasil asesmen terhadap 70 anak yang teridentifikasi sebagai anggota komunitas tersebut menunjukkan pola yang relatif seragam.

Mayoritas dari mereka merupakan anak-anak dengan kondisi rentan, mulai dari korban perundungan hingga berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Hal itu disampaikan oleh Mayndra dalam Konferensi Pers Terkait Penanganan Penyebaran Paham Kekerasan Melalui Daring Terhadap Anak, Rabu, 7 Januari 2026.

"Dari mapping dan assessment yang kami lakukan, rata-rata anak-anak ini merupakan korban bullying, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya," kata Mayndra kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Selain perundungan, faktor keluarga juga menjadi pemicu kuat. Banyak dari anak-anak tersebut berasal dari keluarga broken home, kehilangan figur orang tua, atau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kurang harmonis.

"Sebagian orang tua bercerai, meninggal dunia, atau kurang memberikan perhatian. Ada juga anak-anak yang terbiasa menyaksikan kekerasan di rumah sehingga mengalami trauma," jelasnya.

Kemudian Mayndra menambahkan, minimnya perhatian dan komunikasi dari keluarga membuat anak-anak mencari ruang aman lain untuk menyalurkan emosi dan mendapatkan pengakuan. Dalam konteks ini, komunitas digital seperti True Crime Community kerap dianggap sebagai "rumah kedua".

"Di dalam komunitas ini, mereka merasa didengar, diterima, dan bisa berinteraksi. Sayangnya, solusi yang ditawarkan justru mengarah pada glorifikasi kekerasan," ucapnya.

Densus 88 juga menemukan faktor pendukung lain, seperti penggunaan gawai yang berlebihan tanpa pengawasan. Berdasarkan hasil pemeriksaan perangkat digital, sebagian besar anak mengakses konten kekerasan secara intens, bahkan disertai paparan pornografi dan perilaku menyimpang lainnya.

"Penggunaan gadget sudah masuk kategori abuse. Anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam di ruang digital tanpa kontrol," ungkapnya.

Rentang usia anak-anak yang teridentifikasi berada di antara 11 hingga 18 tahun, dengan dominasi usia 15 tahun atau masa transisi dari SMP ke SMA. Pada fase ini, anak dinilai masih berada dalam proses pencarian jati diri dan belum memiliki kemampuan berpikir kritis yang matang.

Menurut Mayndra, kondisi psikologis tersebut membuat anak-anak lebih mudah terpengaruh narasi kekerasan, sensasionalisme, serta simbol-simbol ekstrem yang beredar di media sosial.

"Anak-anak ini pada dasarnya tidak menganut ideologi ekstrem secara penuh. Namun, kekerasan dijadikan inspirasi, simbol identitas, sekaligus pelarian dari persoalan hidup yang mereka alami," ujarnya.

Densus 88 menegaskan penanganan terhadap anak-anak ini dilakukan dengan pendekatan non-represif melalui asesmen, konseling, dan pendampingan psikososial bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Kami memandang anak-anak ini sebagai korban paparan konten berbahaya. Pencegahan dan perlindungan menjadi kunci agar mereka tidak masuk ke fase ekstremisme, radikalisme, hingga terorisme," tegasnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Batam Salurkan Bantuan Rp4,7 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera Utara, Bobby Nasution Sampaikan Apresiasi
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Viral Kim Jong-Un Angkat Putrinya dengan Forkliff, Disebut Tekankan Konsep Keluarga Besar Sosialis
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Usman Hamid: Rekam Jejak HAM Kita Sendiri Problematik
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Program MBG di Papua sudah melayani 7.000 penerima manfaat
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Dituduh Gadaikan BPKB Mobil Anak, Inara Rusli Sebut Tudingan Virgoun Tidak Berdasar
• 8 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.