Presiden Prabowo Subianto menilai, setahun pemerintahannya, kabinet Merah Putih sudah bekerja dengan baik. Ia menilai seluruh menteri, wamen hingga kepala badan solid.
Ia mengibaratkan kabinet seperti tim sepak bola. Ada yang menjadi penyerang, gelandang dan pemain cadangan.
"Alhamdulillah setelah satu tahun saya melihat kabinet yang saya pimpin bekerja, saya bangga. Kerja sama kita cukup baik, kita sudah menjadi tim yang tidak usah menunggu perintah, sudah mengerti," kata Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).
"Ibarat tim sepak bola, masing-masing sudah mengerti tugasnya. Yang striker, yang di tengah, yang bertahan, yang cadangan pun tahu menjadi cadangan yang baik pada saatnya akan dimainkan," tambah dia.
Eks Menhan ini bercerita soal dirinya yang mendapat laporan dari salah satu menteri terkait perusahaan yang melanggar aturan. Akan ada sanksi pencabutan izin.
Prabowo mengaku tidak ingin melihat daftar ini. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Jaksa Agung turut hadir dalam acara ini bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi.
"Kemarin saya dikasih daftar 'Pak ini daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar yang mau dicabut izinnya, silakan bapak pelajari'. Saya bilang 'saya enggak mau, saya gak mau lihat itu karena saya takut ada teman saya di situ'," kata Prabowo.
"Iya kan? Gak enak bisa terpengaruh saya, begitu lihat daftar, aduh teman saya, begitu lihat eh ini Gerindra lagi, ini jadi lebih baik saya gak lihat saya gak mau tahu, tutur Prabowo.
Prabowo pun berseloroh para menterinya harus siap jika dihujat. Ia pun tidak masalah dengan ini.
"Jadi kalau yang dicabut ya salahkan aja Jaksa Agung. Iya kan? Memang kalian menteri-menteri, kalian diangkat untuk dihujat. Gak apa-apa, saya gak mau baca karena saya gak mau terpengaruh," kata Prabowo seraya tertawa.





