Thailand Naikkan Biaya Layanan Bandara Jadi Rp 13 Ribu Mulai Februari 2026

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) akan menaikkan biaya layanan penumpang untuk semua penerbangan masuk dan keluar menjadi 25 baht (Rp 13 ribu), dari sebelumnya 15 baht (Rp 8 ribu), mulai 1 Februari 2026 mendatang.

Dilansir The Thaiger, kenaikan ini bertujuan untuk menstabilkan keuangan lembaga tersebut, yang telah mengalami defisit selama bertahun-tahun.

Direktur Jenderal CAAT, Marsekal Udara Manat Chavanaprayoon, mengatakan bahwa biaya tersebut tidak berubah sejak 2015, meskipun biaya operasional telah meningkat.

Tarif baru yang telah disetujui oleh Dewan Penerbangan Sipil ini direncanakan akan berlaku untuk semua penumpang internasional yang masuk atau keluar Thailand.

Nantinya, biaya ini diambil dari maskapai penerbangan berdasarkan jumlah penumpang dan merupakan sumber pendapatan utama CAAT, karena lembaga tersebut tidak menerima pendanaan langsung dari pemerintah.

Saat ini, regulator tersebut memiliki cadangan sekitar 1,4 miliar baht, yang digunakan untuk menutupi gaji lebih dari 500 staf, biaya sewa, dan biaya teknologi.

"Tarif sebesar 15 baht per penumpang berada di bawah biaya pengelolaan, mengingat biaya setiap penumpang saat ini sebesar 19,34 baht," kata Manat.

Adapun CAAT telah diberi wewenang oleh hukum untuk memungut empat jenis biaya, tetapi selama dekade terakhir hanya memungut tarif masuk dan keluar penumpang pesawat. Biaya lain yang mungkin dikenakan termasuk biaya operasional penerbangan, biaya transportasi kargo udara, dan biaya bahan bakar pesawat.

Namun, otoritas tersebut menahan diri untuk tidak mengenakannya, karena khawatir biaya itu akan dibebankan kepada penumpang.

Manat menekankan bahwa kenaikan biaya ini bertujuan untuk membantu CAAT mencapai titik kestabilan, bukan untuk menghasilkan keuntungan atau memperluas layanannya.

Proyeksi menunjukkan bahwa tarif 25 baht akan cukup untuk menutupi biaya selama tiga hingga empat tahun, dengan stabilitas keuangan diperkirakan sekitar tahun 2028.

Menurut CAAT, pendapatan tersebut akan mendukung tanggung jawab regulasi dan pengembangan berkelanjutan pada standar keselamatan penerbangan Thailand, yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan internasional terhadap sistem penerbangan sipil negara tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Doktif Sebut Kerugian Bisa Ratusan Miliar, Ungkap Bukti di Kasus Richard Lee
• 2 jam laluintipseleb.com
thumb
Kepala BGN Sambangi SDN Kalibaru: Beri MBG-Bingkisan Ke Siswa
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
KSPI Usul Pemprov DKI Beri Subsidi Upah Rp 200.000 per Bulan untuk Buruh
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Siap-siap! Kejagung Bakal Lelang Rolls-Royce hingga Porsche Harvey Moeis
• 19 jam laludetik.com
thumb
Indonesia dan Yordania Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi Kedokteran untuk Tingkatkan Kualitas SDM
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.