Penulis: Rizaldo
TVRINews, Bangka
Perum Bulog Cabang Bangka memastikan ketersediaan stok beras di Pulau Bangka dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Pimpinan Bulog Cabang Bangka, Ahmad Mukromin, menyampaikan bahwa total stok beras saat ini mencapai 1.700 ton. Stok tersebut terdiri dari Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta beras khusus untuk bantuan pangan. Ketersediaan ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sekaligus menjaga pasokan di pasaran tetap stabil.
"Untuk Bulog sendiri, alhamdulillah stok beras masih aman untuk tiga bulan ke depan. Saat ini kita juga menghadapi musim panen, dan insya Allah kami akan melakukan penyerapan dari petani lokal kita sendiri. Namun, jika pasokan lokal belum mencukupi, kami dapat mengirim beras dari luar pulau, khususnya Pulau Jawa," jelas Ahmad Mukromin.
Ahmad menegaskan bahwa Bulog terus memantau stok dan distribusi beras di wilayah Pulau Bangka. Distribusi beras SPHP ke pasar tradisional tetap dijalankan untuk menekan fluktuasi harga agar tetap terjangkau masyarakat.
Selain itu, Bulog Cabang Bangka berencana melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal di Bangka Belitung, terutama di sentra produksi padi seperti Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Meski demikian, pelaksanaan program penyerapan gabah dan beras lokal masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait waktu dan mekanisme pelaksanaannya pada tahun 2026. Bulog Cabang Bangka menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kesiapan stok dan distribusi guna mendukung stabilitas ekonomi di wilayah Bangka Belitung.
Editor: Redaktur TVRINews




