Survei LSI Denny JA: 66% Responden Tak Setuju Usulan Pilkada Lewat DPRD

detik.com
1 hari lalu
Cover Berita
Jakarta -

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Dalam survei ini disebutkan mayoritas responden tidak setuju dengan pilkada melalui DPRD, yang paling keras menolak adalah gen Z.

Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa mengatakan meteodologi survei adalah multi-stage random sampling, dengan jumlah responden 1.200 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Adapun margin of error plus minus 2,9%. Survei dilakukan pada 10-19 Oktober 2025 dan dilengkapi dengan riset kualitatif.

Responden diberi pertanyaan 'Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD'. Hasilnya 66,1 persen menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali.

Berikut rinciannya:

- Kurang setuju/tidak setuju sama sekali: 66,1%
- Sangat setuju/cukup setuju: 28,6%
- Tidak tahu/tidak jawab: 5,3%

"Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65% menolak pilkada DPRD," kata Adrian Sopa saat merilis hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: MK Tangani 701 Perkara dan Gelar 2.163 Sidang Sepanjang 2025

Adrian mengatakan penolakan ini terjadi di lintas gender. Bahkan, kata dia, mayoritas masyarakat yang tinggal di desa ataupun di kota juga menolak wacana pilkada dipilih DPRD.

"Mereka yang tinggal di pedesaan menolak, secara mayoritas terhadap pilkada DPRD maupun yang ada di perkotaan menolak pilkada DPRD," katanya.

Lebih lanjut, Adrian mengatakan penolakan ini utamanya datang dari generasi Z yakni pada anak muda yang berusia di bawah 27 tahun. Dia mengatakan generasi Z paling keras menolak usulan ini.

Berikut hasilnya:

- Generasi Z (base 11,5): 15,4% sangat setuju/cukup setuju; 84,0% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 0,6%.

- Milenial (base 35,3): 19,4 sangat setuju/cukup setuju; 71,4 menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 9,2%.

- Generasi X (base 35,0): 37,5 sangat setuju/cukup setuju; 60,0,0% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 2,5%.

- Baby boomer (base 18,2%): 36,4 sangat setuju/cukup setuju; 63,0% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 0,6%.

"Terlihat memang bahwa Gen Z memang paling keras menolak pilkada DPRD," katanya.

Baca juga: Waketum Golkar: Pilkada Lewat DPRD Bukan Pragmatisme Kekuasaan, tapi Ideologi




(zap/imk)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dana Desa di Lamongan Turun Drastis, Ini Kegunaan dan Larangannya!
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Agak Laen: Menyala Pantiku! Tembus 10,6 Juta Penonton di Hari ke-42, Kian Dekati Rekor Avengers: Endgame
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Tiga Kejati, Sinkronkan Penerapan KUHP dan KUHAP Baru
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 8 Januari 2026, Berikut Lokasi Perpanjang!
• 22 jam laludisway.id
thumb
Cerita Martina Ayu Borong 7 Medali SEA Games, Dapat Bonus Rp 3,4 M dari Prabowo
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.