Warga Keluhkan Genangan di Jalan Dekat Stasiun Depok Baru: Baunya Kayak Limbah

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengeluhkan bau tidak sedap dari genangan air di Jalan Baru Plenongan, Kota Depok.

Salah satunya pengemudi ojek online bernama Hedi (29) merasa terganggu saat melintas dari arah Tanah Baru untuk menjemput atau mengantar penumpang ke stasiun.

“Sudah 4 bulanan kayaknya begini (genangan tidak surut), baunya kayak limbah rumah tangga jadi macam bau got gitu,” ucap Hedi ditemui di lokasi, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Sudah Empat Bulan, Genangan di Jalan Dekat Stasiun Depok Baru Tak Surut

Menurut dia, bau yang tidak sedap itu diduga berasal dari kondisi genangan air yang juga kotor dengan warna abu pekat.

Apalagi, saluran got di tepi jalan tampaknya sudah penuh atau overcapacity sehingga air meluber ke jalan dan belum pernah surut lagi.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Kota Depok, genangan di Depok, genangan air, bau tidak sedap, Jalan Baru Plenongan, genangan di jalan&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8xNjQ4MTAzMS93YXJnYS1rZWx1aGthbi1nZW5hbmdhbi1kaS1qYWxhbi1kZWthdC1zdGFzaXVuLWRlcG9rLWJhcnUtYmF1bnlhLWtheWFr&q=Warga Keluhkan Genangan di Jalan Dekat Stasiun Depok Baru: Baunya Kayak Limbah§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

“Karena got-nya tidak kuat menampung air hujan jadinya meluber. Soalnya di titik ini (genangan air) kondisi jalannya agak turunan sebenarnya,” ujar Hedi.

Senada, warga lain bernama Rafi (30) juga merasa terganggu dengan bau genangan air ini, terutama khawatir mengotori pakaian kerjanya.

“Harus digulung karena takut celana kotor, karena (genangan) itu kan hadas. Kan nanti gimana pas dzuhur,” terang Rafi.

“Harapannya ya segera diurus, apalagi ini belakang kantor Pemkot, tidak begitu jauh,” lanjut dia.

Baca juga: Jalan di Pasar Cimanggis Ciputat Rusak, Banyak Lubang dan Genangan Air

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi, genangan terlihat di sepanjang jalan berkisar 15-17 meter dengan lebar bahu jalan 8-10 meter.

Ketinggian genangan air tampak berbeda-beda dengan titik terdalam sekitar 15 sentimeter untuk di tepi trotoar.

Sedangkan genangan paling dangkal sekitar 4-7 sentimeter berada di area tengah bahu jalan, menjadi satu-satunya opsi pengendara agar tidak terciprat air terlalu banyak.

Beberapa pengendara terlihat sempat berhenti untuk memindahkan tas dan menggulungkan celana sebelum melintasi genangan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Bahkan, beberapa pengendara motor terlihat nekat melajukan kendaraannya sembari mengangkat kakinya dari pijakan motor.

Genangan ini terlihat berwarna abu pekat disertai lumut di beberapa sudut jalan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Golkar soal Pilkada Via DPRD: Tak Seperti Zaman Orde Baru
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Buruh Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Said Iqbal: Ngopi di Hotel Saja Rp50 Ribu!
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Kompak Naik Hari Ini
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
China protes AS incar 50 Juta barel minyak Venezuela
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
• 6 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.