Venezuela Berkabung 7 Hari, Trump Umumkan Pengalihan Minyak ke AS

celebesmedia.id
1 hari lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Venezuela berkabung selama tujuh hari untuk menghormati mereka yang tewas dalam operasi militer Amerika Serikat.

Masa berkabung ini diumumkanPresiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. 

“Saya telah memutuskan untuk menetapkan masa berkabung selama tujuh hari sebagai penghormatan dan kemuliaan bagi para pemuda, perempuan, dan laki-laki yang gugur dan mengorbankan nyawa mereka demi membela Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Penghormatan kami tertuju kepada mereka,” kata Rodriguez, dikutip dari Antara, Rabu (7/1).

Presiden sementara Venezuela itu menambahkan bahwa penetapan masa berkabung tersebut berkaitan dengan tewasnya para pemuda yang oleh otoritas Venezuela dianggap sebagai martir, yang gugur saat mempertahankan negara dari agresi eksternal demi nilai-nilai tertinggi republik.

Sebelumnya, pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sebelum keduanya dibawa ke New York untuk menghadapi persidangan atas dugaan keterlibatan mereka dalam apa yang disebut sebagai “narko-terorisme.”

Pada Ahad (4/1), Pemerintah Kuba menyampaikan bahwa 32 pejuang yang menjalankan tugas keamanan dan pertahanan di Caracas atas permintaan otoritas Venezuela gugur saat menghadapi perlawanan sengit.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez kemudian menetapkan 5 dan 6 Januari sebagai hari berkabung nasional.

Kemudian pada Selasa (6/1), Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba merilis nama-nama 32 pejuang yang gugur. Di antara mereka terdapat 11 anggota angkatan bersenjata serta 21 anggota Kementerian Dalam Negeri Kuba.

Di tengah masa berkabung Venezuela, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihak berwenang sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan antara 30 juta dan 50 juta barel minyak bernilai tinggi yang terkena sanksi ke Amerika Serikat untuk dijual di pasar, kata Trump dalam pernyataan pada Selasa (6/1).

Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya “akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat” untuk memastikan penggunaan yang bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan AS.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa pihak berwenang sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi dan terkena sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump di platform Truth Social.

Ia menambahkan bahwa Menteri Energi Chris Wright diminta untuk melaksanakan rencana tersebut “segera,” dengan pengiriman minyak menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga bongkar di AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti - Anadolu



Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
B. Riley: Market Kripto Perlahan Tak Lagi Mengandalkan Spekulasi
• 22 menit laluwartaekonomi.co.id
thumb
Main Sakura School Simulator di PC, Lebih Lega dan Presisi
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
11 Atlet MMA Indonesia Ikuti AMMA 2026 di Tiongkok
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Proses Alamiah Fosil Terbentuk
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kemlu matangkan persiapan jelang dialog "2+2" RI-Turki di Ankara
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.