Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memastikan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan dengan baik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di delapan kabupaten melalui pengembangan lahan persawahan sebagai sentra produksi pangan baru.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol meninjau langsung pembukaan lahan persawahan seluas 800 hektare di Kampung Tulem, Distrik Witawaya, Kabupaten Jayawijaya, sebagai bagian dari percepatan PSN tersebut.
Kawasan Tulem dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jantung Kota Wamena sehingga tepat dijadikan pusat produksi pangan dan masuk dalam program PSN.
Target Lahan dan Kebangkitan Pertanian WamenaPemerintah Provinsi Papua Pegunungan menargetkan pembukaan sekitar 2.000 hektare lahan persawahan di Kabupaten Jayawijaya.
Lahan persawahan tersebut tersebar di Distrik Piramid, Kurulu, Pisugi, Siepkosi, Pugima, Libarek, Muai, Minimo, serta Witawaya.
Ones Pahabol menyampaikan bahwa pemerintah telah melihat langsung kesiapan pembukaan lahan baik di Tulem maupun di wilayah Aragolik.
Program ini disebut sebagai komitmen pemerintah untuk menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat pegunungan.
Sekitar enam puluh tahun lalu, Wamena dikenal sebagai lumbung padi dengan sawah-sawah produktif dan petani yang bekerja keras.
Pemerintah berupaya membangkitkan kembali kondisi tersebut agar Wamena memiliki stok beras yang cukup dan berkelanjutan.
Stok beras yang dihasilkan diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan Papua Pegunungan tetapi juga mampu menopang kebutuhan nasional.
Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja LokalOnes Pahabol menegaskan bahwa program pembukaan lahan persawahan ini murni untuk kepentingan ekonomi masyarakat.
"Program ini tidak memiliki unsur politik apa pun dan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat," ungkap Ones Pahabol.
Ia menambahkan bahwa tanah yang digunakan dalam proyek tersebut tetap menjadi milik warga setempat.
"Pemerintah hanya meminjam pakai lahan untuk kepentingan bersama," ujarnya.
Proyek pembukaan lahan ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru di Papua Pegunungan.
Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga diperkirakan akan menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Anak-anak muda putra daerah dapat terlibat langsung sebagai operator alat berat maupun tenaga lapangan dalam proses pembukaan lahan.
Para tenaga lokal tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi mentor di kabupaten lain di wilayah Papua Pegunungan.
Proses pembukaan lahan masih terus dilaksanakan agar penanaman padi dapat segera dilakukan sesuai target pemerintah.
Pemerintah menargetkan penanaman padi dilakukan segera setelah lahan siap agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat setempat.




