Pantau - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuka layanan penukaran uang tidak layak edar (UTLE) bagi masyarakat penyintas banjir di Aceh sebagai bentuk kepedulian dan upaya pemulihan hak finansial warga.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 7 Januari 2026, menyampaikan empati mendalam terhadap korban banjir di Aceh.
"Kami menyaksikan langsung bagaimana masyarakat berjuang mengeringkan lembaran uang yang tertimbun lumpur," ungkapnya.
Anggoro menjelaskan bahwa banyak warga terdampak yang mencoba menyelamatkan sisa harta mereka, termasuk uang tunai yang rusak akibat terendam air dan lumpur banjir.
BSI Fasilitasi Penukaran Uang Rusak di Seluruh Outlet AcehSebagai bentuk pelayanan sepenuh hati, BSI menyediakan fasilitas penukaran uang rusak di seluruh outlet BSI yang ada di Aceh.
Uang yang ditukarkan dapat dikembalikan dalam bentuk saldo tabungan atau digunakan kembali oleh masyarakat untuk kebutuhan transaksi.
Seluruh proses penukaran dilakukan secara transparan dan mengikuti ketentuan dari Bank Indonesia.
Prosedurnya mencakup verifikasi fisik terhadap kondisi uang serta pencatatan identitas nasabah.
BSI juga menghimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan e-channel guna mempermudah transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.
"Kami ingin masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, dan aman," ujar Anggoro.
Layanan e-channel yang disediakan antara lain BSI Call 14040, mobile banking BYOND, ATM BSI, BSI Agen, net banking, BEWIZE, dan BSI Cash Management.
145 Outlet BSI di Aceh Telah Pulih PascabanjirSetelah banjir melanda beberapa wilayah di Aceh, BSI memastikan seluruh layanan perbankan telah kembali berjalan normal.
Sebanyak 145 outlet BSI di Aceh telah dipulihkan dan kini beroperasi kembali.
Selama dua pekan terakhir, BSI melakukan akselerasi pemulihan secara masif untuk mempercepat kembalinya aktivitas perbankan di daerah terdampak.
Langkah pemulihan tersebut meliputi pembersihan lumpur di kantor cabang, pengaktifan kembali jaringan telekomunikasi, serta pembangunan hunian sementara bagi korban.
Selain itu, BSI juga telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 140 ton kepada masyarakat.
Seluruh kegiatan pemulihan dan bantuan dilakukan di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

