Selebgram Wanita Tiongkok Berusia 20 Tahun Terlantar di Jalanan Kamboja, Ia Ditemukan Dalam Kondisi Linglung dan Cedera Lutut 

erabaru.net
1 hari lalu
Cover Berita

Belakangan ini, kabar tentang selebgram perempuan Tiongkok berusia 20 tahun bernama “umi” (nama asli: Wu Zhenzhen) yang terlantar di jalanan Kamboja telah memicu perhatian publik. Setelah itu, lebih banyak informasi mengenai kondisinya pun terungkap.

EtIndonesia. Wu Zhenzhen, selebgram asal Provinsi Fujian, lahir pada tahun 2005 di Kota Jian’ou, Fujian. Akun Douyin miliknya memiliki sekitar 24 ribu pengikut. Pada 26 Desember tahun lalu, ia ditemukan terlantar di jalanan Sihanoukville, Kamboja, dalam kondisi linglung, wajah tampak sangat lelah, tubuh kurus, lutut diduga mengalami cedera, dan secara keseluruhan berada dalam keadaan yang sangat buruk. 

Ia mengaku datang ke Kamboja karena tergiur tawaran “pekerjaan bergaji tinggi”, namun akhirnya terlantar di jalanan.

Pada 5 Januari 2026i, Wu Zhenzhen mengatakan kepada China News Weekly melalui panggilan video bahwa pada Maret 2025 ia pergi ke Kamboja untuk bekerja atas perkenalan seorang teman, dan bekerja di sektor jasa. Selama bekerja di sana, ia berkenalan dengan seorang pacar, namun kemudian putus. 

Mengenai alasan dirinya terlantar di jalanan, ia menyatakan bahwa karena keterbatasan mobilitas dan kondisi fisiknya yang buruk, pemilik tempat tinggal khawatir akan keselamatannya sehingga mengusirnya.

Saat ini, Wu Zhenzhen sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Tongji, Sihanoukville, Kamboja. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa saat dirawat, ia mengalami batuk dan sesak napas disertai nyeri dan kembung perut, kesulitan buang air kecil, serta kelelahan di seluruh tubuh. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan ia didiagnosis menderita infeksi paru-paru, radang selaput dada (pleuritis), efusi pleura, retensi urine, serta gangguan somatisasi dan hipoalbuminemia (kadar protein darah rendah).

Setelah beberapa hari perawatan, tanda-tanda vitalnya stabil, nafsu makannya berangsur meningkat, dan keinginannya untuk berkomunikasi secara aktif juga membaik. Rumah sakit melakukan tes rambut, dan hasilnya menunjukkan positif metamfetamin (sabu-sabu) dan ketamin.

Dalam proses wawancara, ingatan Wu Zhenzhen tampak kabur dan ia enggan banyak berbicara. Ia menyebut pernah dikurung selama beberapa hari, namun tidak dapat menjelaskan alasan maupun lokasi penahanan tersebut. Ia juga beberapa kali menyebut dirinya bekerja sebagai pelayan di Kamboja, tetapi tidak mau menjelaskan secara rinci jenis pekerjaan yang dilakukan.

Ibu Wu Zhenzhen mengatakan bahwa setelah lulus SMP, putrinya bekerja di luar daerah dan jarang berhubungan dengan keluarga. Keluarga baru mengetahui bahwa ia ke luar negeri setelah lebih dari sebulan. Saat itu, putrinya hanya mengatakan bahwa “di Kamboja uang mudah didapat”, tanpa menjelaskan pekerjaan apa yang ia lakukan.

Menurut penuturan sang ibu, setelah bekerja sekitar setengah tahun, Wu Zhenzhen kehilangan pekerjaannya dan kemudian berulang kali meminta uang kepada keluarga. Selain orang tuanya, ia juga meminjam uang dari banyak kerabat dan kenalan. Seiring permintaan uang yang semakin sering, sang ibu mulai khawatir akan keselamatan putrinya, bahkan mencurigai bahwa ia mungkin berada di bawah kendali orang lain.

 “Saya bertanya uang itu dipakai untuk apa, dia selalu menghindari pertanyaan ini. Tidak mungkin dalam dua hari bisa menghabiskan 10.000 yuan,” ujar sang ibu.

Kontak terakhir antara Wu Zhenzhen dan ibunya terjadi pada pagi hari sekitar pukul 09.00 tanggal 26 Desember 2025 melalui panggilan video. 

Saat itu, sang ibu sudah merasa kondisi putrinya tidak baik. Setelah sambungan terputus, mereka tidak lagi bisa berkomunikasi. Hingga akhirnya, seorang kerabat melihat foto Wu Zhenzhen yang terlantar di jalanan beredar di internet, barulah sang ibu mengetahui kondisi putrinya.

Menurut laporan Jimu News, ayah Wu Zhenzhen menyebutkan bahwa pada hari mereka kehilangan kontak, putrinya menghubungi keluarga dan mengatakan bahwa kakinya bermasalah serta membutuhkan uang untuk berobat. Keluarga segera mentransfer 2.200 yuan. Namun kemudian, setelah kerabat melihat foto-fotonya di jalanan secara daring, mereka tidak lagi bisa menghubunginya. Keluarga Wu lalu melaporkan kejadian ini kepada polisi.

“Pasti dia ditipu untuk pergi ke sana. Dia bilang uang di sana sangat mudah didapat,” ungkap sang ayah. Ia menambahkan bahwa putrinya memang sangat ingin menghasilkan uang. Pada awal mencoba berwirausaha, ia pernah menjual komputer, sepatu, dan pakaian, namun setelah itu ia tidak tahu pasti apa pekerjaan yang dilakukan putrinya.

Ibu Wu Zhenzhen mengatakan kepada Cover News bahwa pada 6 Januari sekitar pukul 15.00 ia berangkat menuju Kamboja. Tiket pesawat dibantu dibelikan oleh kerabat, dan ia ditemani oleh teman dari keponakannya. Ayah Wu tidak ikut karena keterbatasan fisik. Kondisi kesehatan putrinya masih kurang baik dengan banyak masalah kesehatan. 

Dalam panggilan video pada l 5 Januari, kondisi Wu Zhenzhen tampak lebih baik dibandingkan foto-foto yang beredar. Setibanya di Kamboja, keluarga akan melihat langkah apa yang perlu diambil, dan untuk sementara belum diketahui kapan mereka bisa membawa Wu Zhenzhen kembali ke Tiongkok. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BWF Uji Coba Aturan Time Clock di Indonesia Masters 2026
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Mobil, 14 TKP Terungkap
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Polisi Beberkan Alasan Richard Lee Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka
• 10 jam laludisway.id
thumb
Atlet SEA Games 2025 Terima Apresiasi Presiden Prabowo
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
IHSG Ditutup Koreksi 0,22% Usai Tembus 9.000, Big Caps DSSA hingga UNVR Tetap Melaju
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.