Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyerahkan donasi untuk korban bencana Aceh sekitar Rp1,07 miliar sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan longsor, melalui penggalangan dana bersama lintas elemen.
Donasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki di Jakarta, Rabu, untuk selanjutnya disalurkan melalui mekanisme transfer untuk memastikan proses penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan donasi tersebut dihimpun melalui aksi kepedulian melibatkan ASN Pemerintah Kota Mataram, TP PKK Kota Mataram, PGRI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram, serta berbagai unsur lainnya, dengan total Rp1.076.297.100.
Bantuan tersebut wujud empati dan kebersamaan masyarakat Kota Mataram untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Aceh.
"Donasi itu bentuk support kami kepada saudara-saudara kami di Aceh," katanya.
Baca juga: BNPB upayakan warga Sumbar bisa tempati huntara menjelang Ramadhan
Ia mengatakan mungkin nilai bantuan yang diberikan tidak seberapa jika dilihat dari angka, tetapi pemerintah kota berharap manfaatnya bisa dirasakan dan membantu meringankan beban para korban pasca-bencana.
Ia juga mengatakan ikatan emosional antara Mataram dan Aceh, khususnya saat Aceh turut memberikan dukungan besar bagi Kota Mataram pasca-gempa bumi pada 2018.
"Semangat saling membantu itulah yang terus dijaga sebagai bagian dari nilai kemanusiaan dan persaudaraan antardaerah," katanya.
Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Mataram dan seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan dan doa dari masyarakat Mataram menjadi kekuatan bagi kami untuk bangkit dari musibah banjir dan longsor," katanya.
Ia mengatakan hubungan silaturahim antara Aceh dan Kota Mataram akan terus dijaga, tidak hanya dalam konteks pemerintahan, tetapi juga secara kemanusiaan dan persaudaraan.
Solidaritas yang ditunjukkan Kota Mataram menjadi bukti bahwa kepedulian lintas daerah tetap tumbuh kuat di masyarakat Indonesia.
"Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Kota Mataram berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi penguat harapan bagi masyarakat Aceh dalam proses pemulihan pasca-bencana," katanya.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan yang dilakukan secara simbolis itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana didampingi Ketua TP PKK Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman M Nazarudin Fikri, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram Naufal Aldian.
Baca juga: Pascatanggap darurat, bantuan pemberdayaan untuk Sumatra disalurkan
Baca juga: Mahasiswa USK bantu warga terdampak bencana di dataran tinggi Aceh
Donasi tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana melalui Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki di Jakarta, Rabu, untuk selanjutnya disalurkan melalui mekanisme transfer untuk memastikan proses penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan donasi tersebut dihimpun melalui aksi kepedulian melibatkan ASN Pemerintah Kota Mataram, TP PKK Kota Mataram, PGRI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram, serta berbagai unsur lainnya, dengan total Rp1.076.297.100.
Bantuan tersebut wujud empati dan kebersamaan masyarakat Kota Mataram untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Aceh.
"Donasi itu bentuk support kami kepada saudara-saudara kami di Aceh," katanya.
Baca juga: BNPB upayakan warga Sumbar bisa tempati huntara menjelang Ramadhan
Ia mengatakan mungkin nilai bantuan yang diberikan tidak seberapa jika dilihat dari angka, tetapi pemerintah kota berharap manfaatnya bisa dirasakan dan membantu meringankan beban para korban pasca-bencana.
Ia juga mengatakan ikatan emosional antara Mataram dan Aceh, khususnya saat Aceh turut memberikan dukungan besar bagi Kota Mataram pasca-gempa bumi pada 2018.
"Semangat saling membantu itulah yang terus dijaga sebagai bagian dari nilai kemanusiaan dan persaudaraan antardaerah," katanya.
Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Mataram dan seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian luar biasa.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Aceh, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan dan doa dari masyarakat Mataram menjadi kekuatan bagi kami untuk bangkit dari musibah banjir dan longsor," katanya.
Ia mengatakan hubungan silaturahim antara Aceh dan Kota Mataram akan terus dijaga, tidak hanya dalam konteks pemerintahan, tetapi juga secara kemanusiaan dan persaudaraan.
Solidaritas yang ditunjukkan Kota Mataram menjadi bukti bahwa kepedulian lintas daerah tetap tumbuh kuat di masyarakat Indonesia.
"Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Kota Mataram berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi penguat harapan bagi masyarakat Aceh dalam proses pemulihan pasca-bencana," katanya.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan yang dilakukan secara simbolis itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana didampingi Ketua TP PKK Kota Mataram Kinnastri Mohan Roliskana, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman M Nazarudin Fikri, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram Naufal Aldian.
Baca juga: Pascatanggap darurat, bantuan pemberdayaan untuk Sumatra disalurkan
Baca juga: Mahasiswa USK bantu warga terdampak bencana di dataran tinggi Aceh

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5278403/original/024385100_1752071571-1000599536.jpg)



