jpnn.com, HAMBALANG - Peneliti senior Citra Institute, Efriza menilai retret kabinet menteri di Hambalang sangat mungkin dimaknai sebagai forum evaluasi kinerja sekaligus konsolidasi para pembantu-pembantu Presiden Prabowo di pemerintahan.
Dia menjelaskan retret ini tentu menyatukan visi, melakukan evaluasi, bahkan menyelesaikan persoalan ketidakselarasan antarkementerian, utamanya untuk fokus pada pelaksanaan program pemerintahan 2026.
BACA JUGA: Retret Kabinet Jilid II, Presiden Evaluasi-Tempa Hambalang Man & Hambalang Woman
"Evaluasi ini baru sekadar penyampaian catatan dari Presiden Prabowo sekaligus peringatan, tetapi kemungkinan akan terjadinya reshuffle amat terbuka," kata Efriza kepada JPNN.com, Rabu (7/1).
Dia menjelaskan retret telah menjadi bagian dari tradisi kepemimpinan Prabowo untuk menekankan tingkat loyalitas, soliditas, dan efektivitas para pembantunya di kabinet.
BACA JUGA: Retret Kabinet Prabowo Minim Urgensi, Cuma Kangen-kangenan Tidur di Tenda
"Jadi, meski tidak selalu berujung reshuffle, retret itu jelas menjadi bagian dari proses penilaian dan penegasan arah pemerintahan ke depan," tuturnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar retret kabinet kedua di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
BACA JUGA: Prabowo Meninggalkan Akmil, Rangkaian Retret Kabinet Merah Putih Selesai
Sama seperti yang pertama, retret ini diikuti seluruh anggota kabinet mulai dari menteri, wamen, kepala lembaga, penasihat presiden, utusan khusus, hingga staf khusus presiden.
Prabowo telah menggelar retret perdana seusai pelantikan Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Timur pada 24-27 Oktober 2024.
Saat itu, retret digelar dengan konsep 'the military way', namun bukan militeristik. Seluruh menteri kompak memakai seragam Komponen Cadangan (Komcad). Ada juga sesi para anggota kabinet ini memakai seragam safari.(mcr8/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra




