Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) menekankan pentingnya kecukupan nilai gizi dari pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencerdaskan anak bangsa dalam mendukung mewujudkan generasi emas pada 2045.
Di Kabupaten Kukar, terdapat 72 SPPG sebagai pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 22 SPPG sudah beroperasi, sedangkan selebihnya yang berjumlah 50 unit masih dalam proses pembangunan yang ditargetkan segera tuntas dan beroperasi tahun ini.
"Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan," ujar Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Rabu.
Baca juga: Kaltim bentuk SPPG wilayah 3T pastikan MBG sasar daerah terpencil
Ia menyebut bahwa MBG merupakan salah satu program unggulan nasional yang sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang guna menstimulasi kecerdasan anak.
"Oleh karena itu, persiapan petugas di SPPG harus benar-benar matang, mulai dari dapur, distribusi hingga kualitas makanan yang disajikan dapat membuat anak menjadi sehat dan cerdas," katanya.
Rendi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar melalui perangkat daerah terkait terus melakukan koordinasi intensif agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
"Dalam hal ini kami tidak hanya fokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan higienis. Ini menjadi komitmen kami agar program benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat," ujar ia.
Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, termasuk tenaga pelaksana SPPG dan mitra pendukung, karena selama bekerja maksimal dalam menyiapkan MBG, sehingga sinergi yang telah terbangun tersebut dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan demi kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Baca juga: Gubernur Kaltim siap bangun SPPG di Kabupaten dan Kota
Baca juga: MBG tahap awal di Samarinda Kaltim penuhi porsi pemenuhan gizi
Sehari sebelumnya, saat meninjau dapur SPPG di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Rendi berpesan kepada pengelola mengutamakan standar kebersihan, keamanan pangan, serta nilai gizi makanan juga menjadi perhatian utama pihaknya, karena ini merupakan hal penting bagi anak-anak.
SPPG di kawasan pedesaan tersebut diyakini dapat beroperasi pada akhir Januari ini dengan jumlah siswa yang dilayani sekitar 2.600 orang.
Personel inti yang terlibat di SPPG ini ada tiga orang, yaitu Kepala SPPG, ahli gizi, dan administrator. Dibantu oleh 21 relawan yang direkrut dari masyarakat sekitar. Mereka akan dibagi menjadi tim persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemorsian, hingga pendistribusian.
Di Kabupaten Kukar, terdapat 72 SPPG sebagai pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 22 SPPG sudah beroperasi, sedangkan selebihnya yang berjumlah 50 unit masih dalam proses pembangunan yang ditargetkan segera tuntas dan beroperasi tahun ini.
"Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan," ujar Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Rabu.
Baca juga: Kaltim bentuk SPPG wilayah 3T pastikan MBG sasar daerah terpencil
Ia menyebut bahwa MBG merupakan salah satu program unggulan nasional yang sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang guna menstimulasi kecerdasan anak.
"Oleh karena itu, persiapan petugas di SPPG harus benar-benar matang, mulai dari dapur, distribusi hingga kualitas makanan yang disajikan dapat membuat anak menjadi sehat dan cerdas," katanya.
Rendi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kukar melalui perangkat daerah terkait terus melakukan koordinasi intensif agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
"Dalam hal ini kami tidak hanya fokus pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan higienis. Ini menjadi komitmen kami agar program benar-benar memberi dampak positif bagi masyarakat," ujar ia.
Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, termasuk tenaga pelaksana SPPG dan mitra pendukung, karena selama bekerja maksimal dalam menyiapkan MBG, sehingga sinergi yang telah terbangun tersebut dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan demi kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Baca juga: Gubernur Kaltim siap bangun SPPG di Kabupaten dan Kota
Baca juga: MBG tahap awal di Samarinda Kaltim penuhi porsi pemenuhan gizi
Sehari sebelumnya, saat meninjau dapur SPPG di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Rendi berpesan kepada pengelola mengutamakan standar kebersihan, keamanan pangan, serta nilai gizi makanan juga menjadi perhatian utama pihaknya, karena ini merupakan hal penting bagi anak-anak.
SPPG di kawasan pedesaan tersebut diyakini dapat beroperasi pada akhir Januari ini dengan jumlah siswa yang dilayani sekitar 2.600 orang.
Personel inti yang terlibat di SPPG ini ada tiga orang, yaitu Kepala SPPG, ahli gizi, dan administrator. Dibantu oleh 21 relawan yang direkrut dari masyarakat sekitar. Mereka akan dibagi menjadi tim persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemorsian, hingga pendistribusian.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466563/original/073793200_1767848556-IMG_5422.jpeg)

