Ratusan Pegawai Desa Sumberjaya Belum Digaji sejak Agustus 2025 Imbas Kasus Korupsi

kompas.com
1 hari lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Ratusan pegawai dan unsur kelembagaan Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengaku belum menerima gaji sejak Agustus 2025 hingga saat ini.

Kondisi tersebut diduga imbas kasus korupsi Dana Desa yang menjerat Penjabat Kepala Desa Sumberjaya periode 2024–2025, Sumardi, serta Bendahara Desa, Tabrani.

“Total hampir 600-an orang yang belum menerima gaji. Rinciannya 382 RT, 58 RW, 30 PKK, 27 perangkat desa, enam petugas gali kubur, tujuh LPM, dan enam lainnya,” ujar Kepala Urusan Perencanaan Desa Sumberjaya, Marhidin, saat ditemui Kompas.com di Kantor Desa Sumberjaya, Rabu (7/1/2026).

Baca juga: Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Kantor Desa Sumberjaya Bekasi Diputus PLN

Marhidin menjelaskan, belum cairnya honor disebabkan penyaluran Dana Desa tahap dua yang masih tertahan. Dana tersebut dicairkan secara bertahap dengan skema 60 dan 40 persen.

“Yang 40 persen itu belum cair, termasuk honor-honor kami dan yang lainnya,” katanya.

var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=Desa Sumberjaya, desa sumberjaya tambun selatan, pegawai desa sumberjaya belum digaji&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8wNy8yMDUzMTUzMS9yYXR1c2FuLXBlZ2F3YWktZGVzYS1zdW1iZXJqYXlhLWJlbHVtLWRpZ2FqaS1zZWphay1hZ3VzdHVzLTIwMjUtaW1iYXM=&q=Ratusan Pegawai Desa Sumberjaya Belum Digaji sejak Agustus 2025 Imbas Kasus Korupsi§ion=Megapolitan' var xhr = new XMLHttpRequest(); xhr.addEventListener("readystatechange", function() { if (this.readyState == 4 && this.status == 200) { if (this.responseText != '') { const response = JSON.parse(this.responseText); if (response.url && response.judul && response.thumbnail) { const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`; document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString; } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } else { document.querySelector(".kompasidRec").remove(); } } }); xhr.open("GET", endpoint); xhr.send();

Ia mengaku prihatin dengan kondisi para pegawai desa yang tetap dituntut menjalankan tanggung jawab dan tugas pelayanan publik di tengah keterbatasan ekonomi.

“Bukan cuma miris. Kami bahkan sampai jual barang-barang yang ada, sedangkan kami bekerja dituntut profesionalitas,” ujar Marhidin.

Menurut dia, Penjabat (Pj) Kepala Desa Sumberjaya saat ini, Ike Rahmawati, telah mengimbau agar seluruh pegawai tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meski dengan keterbatasan.

Namun, ia meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi para pegawai desa.

“Tapi ya tolong juga pikirkan kami dan anak istri,” ucapnya.

Ia bahkan mengibaratkan situasi tersebut seperti berperang tanpa amunisi.

Baca juga: Kas Desa Kosong Imbas Dugaan Korupsi, Listrik Kantor Desa Sumberjaya Diputus

“Bukan cuma sangat terhambat. Ibarat kayak orang perang, kami itu tidak makan,” katanya.

Marhidin berharap pemerintah segera mencairkan honor pegawai dan anggaran operasional desa.

“Cairkan honor kami dan bayarkan operasional. Karena kami bukan petugas sosial, kantor desa juga bukan masjid, dan memang seharusnya dapat bantuan operasional dari pemerintah daerah,” ujarnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/ function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){ var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){ entires.forEach(function(entry) { if(entry.intersectionRatio > 0){ showAds(entry.target) } }); }, { threshold: 0 }); observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot)); function showAds(element){ console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot); observerAds.unobserve(element); observerAds.disconnect(); googletag.cmd.push(function() { var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot) .setTargeting('Pos',[posName]) .setTargeting('kg_pos',[posName_kg]) .addService(googletag.pubads()); googletag.display(divGptSlot); googletag.pubads().refresh([slotOsm]); }); } }

Hal senada disampaikan Supriyadi, perangkat Desa Sumberjaya. Ia memastikan seluruh perangkat desa tetap bekerja meski belum menerima gaji sejak Agustus 2025.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: PSIM Pinjamkan Ikhsan Chan ke FC Bekasi City, Fokus Tambah Jam Terbang Sang Winger Muda
• 8 jam lalubola.com
thumb
Kebakaran di Dermaga Phuket, Lebih dari 20 Speedboat Hancur
• 22 jam laluidntimes.com
thumb
SIM keliling melayani di lima lokasi Jakarta pada Kamis
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Gelar Retret Kedua Kabinet Merah Putih, Ini Tujuannya
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemnaker: Kenaikan Upah Minimum juga Harus Sejahterakan Pekerja
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.