BLORA, iNews.id – Video yang memperlihatkan aksi seorang warga memblokade jalan desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, viral di media sosial. Warga tersebut nekat membangun fondasi batu kumbung di tengah jalan yang sudah dipaving lantaran mengklaim lahan pekarangannya tergerus oleh pelebaran akses jalan tersebut.
Insiden ini terjadi di RT 02/ RW 03, Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan. Aksi sepihak ini pun memicu keresahan bagi pengguna jalan lainnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pondasi yang terbuat dari susunan batu kumbung tersebut memiliki ketinggian sekitar 30 cm dan membentang sepanjang 15 meter. Blokade ini menelan hampir separuh lebar jalan desa, sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sementara pengendara motor harus ekstra hati-hati.
Diketahui, aksi pemasangan fondasi ini sudah dilakukan sejak dua hari yang lalu oleh salah seorang pemilik lahan yang merasa tidak rela tanahnya dijadikan akses umum tanpa kompensasi atau kejelasan batas tanah.
Awalnya Gang KecilJuremi, salah satu warga sekitar, menceritakan bahwa awalnya gang tersebut hanya dihuni oleh lima kepala keluarga dengan lebar jalan hanya sekitar satu meter. Namun, seiring bertambahnya penghuni dan kebutuhan akses, terjadi pelebaran jalan secara swadaya hingga menjadi sekitar 2,5 meter.
"Tiba-tiba orang tersebut mengklaim pelebaran jalan memakan lahan pribadi miliknya. Karena tidak rela, ia lalu memasang pondasi itu. Sekarang warga yang mau lewat jadi sangat terganggu," ungkap Juremi, Rabu (7/1/2026).
Kekecewaan warga tidak hanya ditujukan kepada pelaku pemblokadean, tetapi juga kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Kalangan. Warga menilai pihak Pemdes terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran terhadap konflik yang terjadi di lapangan.
Hingga saat ini, belum ada upaya mediasi formal yang dilakukan oleh perangkat desa untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut. Karena merasa akses utamanya terhambat, warga sekitar akhirnya mengambil langkah darurat.
"Kami terpaksa cari jalan alternatif lain secara swadaya bersama warga. Kami buat jalan tembus ke jalan raya tanpa bantuan sama sekali dari Pemdes," kata Juremi.
Original Article




