Beijing (ANTARA) - Durian beku asal Indonesia semakin meramaikan pasar di China dengan kedatangan 23 ton produk tersebut di pelabuhan Qinzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di Tiongkok bagian selatan pada Selasa (6/1).
"Kedatangan kontainer durian beku ini menandai dimulainya distribusi langsung durian beku Indonesia ke pasar China melalui jalur transportasi laut, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama perdagangan pertanian antara Indonesia dan China," kata Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Budihansyah dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Beijing, Rabu.
Kontainer itu berangkat dari Jakarta pada 26 Desember dan setelah tiba di Pelabuhan Qinzhou, durian beku tersebut diproses sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku di China sesuai kesepakatan resmi antara antara Otoritas Kepabeanan Tiongkok (GACC) dan Badan Karantina Indonesia pada Mei tahun lalu.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pengiriman durian beku adalah aspek ketertelusuran (traceability).
Durian beku itu kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk bernilai tambah antara lain durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering beku (freeze-dried) dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di China.
"Ekspor ini mencerminkan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia. Melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh, durian beku Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan kualitas produk sesuai dengan persyaratan pasar China," tambah Budihansyah.
Budihansyah pun mengundang lebih banyak mitra bisnis dari Indonesia maupun China untuk ikut dalam pasar durian di Tiongkok.
Terlebih dengan dibukanya Terusan Pinglu secara resmi, Pelabuhan Qinzhou diproyeksikan menjadi jalur akses laut strategis di wilayah barat daya China sehingga dapat menurunkan biaya logistik produk pertanian dari Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga 30 persen.
Durian beku (Durio zibethinus) yang dapat diekspor sesuai protokol karantina adalah yang berupa daging buah durian (pulp), durian pasta (puree), dan buah durian utuh (whole durian) dari buah durian segar dan matang yang ditanam di Indonesia.
Setelah diproses menjadi "pulp", "puree" atau "whole durian", selanjutnya durian dibekukan pada suhu -30°C atau lebih rendah menggunakan proses pembekuan cepat (Quick freezing process) yang sesuai dan dipertahankan pada suhu inti -18°C atau lebih rendah.
Durian beku yang diekspor harus dipilih secara manual untuk menghilangkan buah yang busuk dan rusak serta memastikan buah bebas dari benda asing.
Dari sertifikasi Badan Karantina Indonesia (Barantin) tercatat bahwa pada periode Januari hingga November 2025 Indonesia mengekspor komoditas durian sebanyak 10.162 ton dengan berbagai variasi produk seperti dalam bentuk daging durian, pasta serta durian utuh.
Lima negara tujuan ekspor durian Indonesia yaitu Thailand sebanyak 6.003 ton, Cina 2.574 ton, Malaysia 1.532 ton, Hong Kong 15 ton dan Jerman 6 ton.
Impor durian China sendiri mencapai rekor 6,99 miliar dolar AS pada 2024, menurut data bea cukai China.
Sekitar 57 persen dari impor tersebut berasal dari Thailand, sementara Vietnam menyumbang 38 persen. Kamboja, Malaysia, dan Filipina mengirimkan volume yang lebih kecil.
Lebih dari 90 persen seluruh ekspor durian di dunia masuk ke pasar China karena durian kerap menjadi hadiah dalam acara-acara formal seperti pernikahan.
Satu buah durian dengan berat 6 kg dapat dijual hingga 200 yuan (28 dolar AS) di Tiongkok.
"Kedatangan kontainer durian beku ini menandai dimulainya distribusi langsung durian beku Indonesia ke pasar China melalui jalur transportasi laut, sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama perdagangan pertanian antara Indonesia dan China," kata Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing Budihansyah dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Beijing, Rabu.
Kontainer itu berangkat dari Jakarta pada 26 Desember dan setelah tiba di Pelabuhan Qinzhou, durian beku tersebut diproses sesuai dengan ketentuan kepabeanan dan pengawasan karantina yang berlaku di China sesuai kesepakatan resmi antara antara Otoritas Kepabeanan Tiongkok (GACC) dan Badan Karantina Indonesia pada Mei tahun lalu.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pengiriman durian beku adalah aspek ketertelusuran (traceability).
Durian beku itu kemudian diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk bernilai tambah antara lain durian potong bercangkang, daging durian beku, durian kering beku (freeze-dried) dan pasta durian untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di China.
"Ekspor ini mencerminkan kepercayaan otoritas China terhadap sistem karantina dan jaminan mutu produk pertanian Indonesia. Melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh, durian beku Indonesia dipastikan memenuhi standar keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan kualitas produk sesuai dengan persyaratan pasar China," tambah Budihansyah.
Budihansyah pun mengundang lebih banyak mitra bisnis dari Indonesia maupun China untuk ikut dalam pasar durian di Tiongkok.
Terlebih dengan dibukanya Terusan Pinglu secara resmi, Pelabuhan Qinzhou diproyeksikan menjadi jalur akses laut strategis di wilayah barat daya China sehingga dapat menurunkan biaya logistik produk pertanian dari Asia Tenggara termasuk Indonesia hingga 30 persen.
Durian beku (Durio zibethinus) yang dapat diekspor sesuai protokol karantina adalah yang berupa daging buah durian (pulp), durian pasta (puree), dan buah durian utuh (whole durian) dari buah durian segar dan matang yang ditanam di Indonesia.
Setelah diproses menjadi "pulp", "puree" atau "whole durian", selanjutnya durian dibekukan pada suhu -30°C atau lebih rendah menggunakan proses pembekuan cepat (Quick freezing process) yang sesuai dan dipertahankan pada suhu inti -18°C atau lebih rendah.
Durian beku yang diekspor harus dipilih secara manual untuk menghilangkan buah yang busuk dan rusak serta memastikan buah bebas dari benda asing.
Dari sertifikasi Badan Karantina Indonesia (Barantin) tercatat bahwa pada periode Januari hingga November 2025 Indonesia mengekspor komoditas durian sebanyak 10.162 ton dengan berbagai variasi produk seperti dalam bentuk daging durian, pasta serta durian utuh.
Lima negara tujuan ekspor durian Indonesia yaitu Thailand sebanyak 6.003 ton, Cina 2.574 ton, Malaysia 1.532 ton, Hong Kong 15 ton dan Jerman 6 ton.
Impor durian China sendiri mencapai rekor 6,99 miliar dolar AS pada 2024, menurut data bea cukai China.
Sekitar 57 persen dari impor tersebut berasal dari Thailand, sementara Vietnam menyumbang 38 persen. Kamboja, Malaysia, dan Filipina mengirimkan volume yang lebih kecil.
Lebih dari 90 persen seluruh ekspor durian di dunia masuk ke pasar China karena durian kerap menjadi hadiah dalam acara-acara formal seperti pernikahan.
Satu buah durian dengan berat 6 kg dapat dijual hingga 200 yuan (28 dolar AS) di Tiongkok.



