tvOnenews.com - Pada hari ini, Rabu (7/1/2026) Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap Dokter Richard Lee sebagai tersangka dalam dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dari produk dan treatment kecantikan.
Kasus ini merupakan kelanjutan dari laporan pada tanggal 2 Desember 2024 yang dilaporkan oleh Dokter Detektif (Doktif) atau dr Samira Farahnaz.
dr Richard Lee telah ditetapkan sebagai tersangka sejak pada tanggal 15 Desember 2025, laporan tersebut akhirnya naik sidik setelah melalui proses selama 1 tahun.
Berkaitan dengan kasus tersebut, Doktif membongkar dugaan overclaim yang dilakukan dr Richard Lee.
Melalui konferensi pers yang dilakukan pada Rabu (7/1/2026), Doktif mengungkapkan bahwa produk milik DRL yang diklaim memiliki kandungan White Tomato atau tomat putih seharga Rp1.500.000 tidak pernah ada.
“Dia jual WT (White Tomato) yang dia klaim mengandung kandungan tomat putih. Sementara faktanya disitu tidak pernah ada tomat putih. Dia jual dengan harga Rp1.500.000,” ungkap Doktif, dikutip dari YouTube Cumicumi.
- Youtube Denny Sumargo
Bahkan, Doktif mengatakan produk yang memiliki kandungan yang sama bisa dibeli dengan harga dipasaran sekitar Rp350.000.
“Padahal dengan produk yang sama, isi yang sama itu terjual di pasaran seharga Rp350.000,” ujarnya.
Ia merasakan mirisnya fenomena ini membuat masyarakat merogoh kocek yang dalam untuk produk tersebut.
“Jadi berapa lagi uang masyarakat yang harus dihabiskan untuk kebohongan-kebohongan yang nggak penting seperti ini dengan menggunakan nama Dokter,” kata Doktif.
Tak hanya itu, produk berikutnya yaitu DNA Salmon yang diduga dilakukan relabeling dari salah satu merek skincare import ternama, Ribeskin.
“Salah satu buktinya adalah DNA Salmon di rumah saja yang merupakan relabeling dari Ribeskin. Dan itu juga yang dilakukan oleh DRG, Glowing Skin Booster,” tuturnya.
Doktif mengaku tidak akan melakukan perdamaian kepada sejumlah dokter yang menjual produk kecantikan seperti ini.
Sebab, dirinya mengaku memiliki tujuan untuk menyelamatkan konsumen dengan membeli produk yang benar.
“Jadi Doktif menabuh genderang perang kepada orang-orang ini, mafia-mafia super skincare ini luar biasa tantangannya,” tegas dr Samira.



