NAMA Simone Inzaghi, mendadak menjadi perbincangan hangat di bursa transfer manajer Liga Primer Inggris. Pasca pemecatan Ruben Amorim dari kursi kepelatihan Manchester United, Inzaghi dilaporkan menjadi salah satu target utama manajemen Setan Merah. Namun, pelatih yang kini menukangi Al-Hilal tersebut dikabarkan menolak mentah-mentah tawaran untuk hijrah ke Old Trafford.
Laporan dari media Italia, Tuttosport, pada Rabu (7/1), menyebutkan bahwa Manchester United telah melakukan pendekatan resmi kepada perwakilan Inzaghi. Manajemen The Red Devils yang tengah mencari sosok pelatih berpengalaman untuk menyelamatkan musim mereka, melihat profil Inzaghi sebagai kandidat ideal berkat rekam jejak gemilangnya di Serie A bersama Lazio dan Inter Milan.
Meski demikian, respons Inzaghi dikabarkan sangat tegas. Pelatih berusia 49 tahun tersebut langsung menjawab "Tidak, terima kasih" tanpa membuka ruang negosiasi lebih lanjut. Inzaghi menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek yang baru ia mulai bersama raksasa Liga Arab Saudi, Al-Hilal.
MU bahkan menjanjikan Inzaghi dengan gaji tertinggi di Liga Primer, sekitar 15 juta poundsterling (sekitar Rp338 miliar) per musim.
Tetap saja, Inzaghi bergeming. Ia memilih setia melanjutkan proyek ambisiusnya bersama Al Hilal di Arab Saudi. Keputusan itu sejalan dengan performa impresif tim asal Riyadh tersebut. Al Hilal saat ini memimpin klasemen liga dengan keunggulan tipis atas Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo, serta tampil sempurna di fase grup Liga Champions Asia dengan enam kemenangan beruntun.
Sejak meninggalkan Inter Milan pada musim panas 2025, Inzaghi menandatangani kontrak dua tahun dengan Al-Hilal yang bernilai sekitar €50 juta (sekitar Rp850 miliar). Angka ini menjadikannya salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia.
Manchester United Beralih ke Opsi LainDengan penolakan Inzaghi, Manchester United kini harus memutar otak mencari alternatif lain. Beberapa nama yang mencuat sebagai kandidat pengganti Amorim antara lain Ole Gunnar Solskjaer yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk peran manajer interim hingga akhir musim.



