Upaya pemulihan akses transportasi di jalur nasional yang menghubungkan Takengon dan Gayo Lues terus dikebut. Hingga Rabu, 7 Januari 2026, tim dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan bahwa akses jalan darurat telah berhasil dibuka setelah sebelumnya terputus akibat terjangan banjir bandang dan tanah longsor.
Setidaknya terdapat lebih dari 50 titik longsor yang tersebar di sepanjang jalan nasional tersebut, mulai dari Simpang Uning, Kecamatan Pegasing, Bur Lintang, hingga ke Kecamatan Linge. Sebagian titik bahkan mengalami kerusakan parah hingga jalan terputus total.
Pihak BPJN Aceh dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 menyampaikan bahwa saat ini pihaknya telah membuka sebanyak 50 titik lebih longsoran hingga jalan putus di sepanjang ruas Simpang Uning hingga Ise-Ise perbatasan Kabupaten Gayo Lues. Per Rabu 7 Januari 2026, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah mulai bisa melintas, meski dengan akses yang masih terbatas.
Baca juga: Satgas Jembatan Rampungkan 11 Jembatan Gantung di Awal 2026
Meskipun akses darurat telah terbuka, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tidak berhenti di situ. Rencananya, pada Februari 2026 mendatang, akan dilakukan proses pemeliharaan menyeluruh serta perbaikan permanen pada titik-titik kerusakan yang paling parah di sepanjang jalur Takengon-Gayo Lues tersebut.
Petugas masih terus bersiaga di sejumlah lokasi untuk memastikan pembukaan akses jalan berjalan lancar dan aman bagi masyarakat yang ingin melintas. Pengendara tetap diimbau untuk berhati-hati mengingat kondisi jalan yang belum sepenuhnya normal dan tumpukan material sisa longsor yang masih dalam penanganan.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3655011/original/069999900_1638856317-20211207-Banjir-Rob-Pelabuhan-Sunda-Kelapa-2.jpg)
