jpnn.com, JAKARTA - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) resmi menetapkan kepemimpinan baru melalui gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) dan sekaligus pelantikan pengurus periode 2026-2029 yang diselenggarakan di Hotel Verwood, Surabaya, Rabu, 7 Januari 2026.
Forum tertinggi organisasi kepemudaan nasional ini memutuskan memberhentikan secara tidak hormat Ali Hanafia dari jabatan Ketua Umum KNPI.
BACA JUGA: KNPI Apresiasi Upaya Polri Menjawab Kritik dengan Prestasi di Sepanjang 2025
Keputusan pemberhentian tersebut didasarkan pada pertimbangan serius dari forum peserta kongres.
"Ali Hanafia dinilai telah melakukan pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KNPI tentang Majelis Pemuda Indonesia (MPI) disertai sejumlah tindakan yang dianggap mencederai etika dan moralitas organisasi," ungkap Chaerul Razak, selaku Pimpinan Sidang KLB sekaligus Ketua Umum Pemuda Matahari Bangsa.
BACA JUGA: KNPI Puji Langkah DPR yang Membantu Pemerintah Tangani Bencana Sumatra
Sejumlah pimpinan dan perwakilan OKP (Organisasi Kepemudaan) menyampaikan bahwa pelanggaran tersebut tidak bisa lagi ditoleransi demi menjaga marwah dan kredibilitas KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda secara nasional.
Setelah pembacaan pandangan umum dan pengesahan rekomendasi forum, Kongres Luar Biasa KNPI kemudian menetapkan Saad Budiman Lubis sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI untuk periode 2026–2029.
BACA JUGA: DPP KNPI Nilai Perpol 10/2025 Sejalan dengan Tujuan Negara
Penetapan Saad dilakukan secara aklamasi setelah mayoritas peserta sidang memberikan dukungan penuh tanpa adanya calon tandingan.
Sebanyak 71 OKP dan 18 DPD I KNPI Provinsi memberikan dukungan kepada Saad Budiman.
Dalam sambutannya, Saad Budiman Lubis menyampaikan terima kasih atas kepercayaan peserta kongres.
Dia menegaskan KNPI memberikan dukungan penuh kepada semua program presiden prabowo subianto serta menyetujui rencana penyatuan pemuda indonesia yang digagas menteri pemuda dan olahraga bapak erick thohir.
"Dengan terbentuknya pengurus baru ini, KNPI memasuki babak baru dinamika gerakan pemuda di Indonesia, diharapkan mampu memberi kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional di tingkat pusat ataupun daerah serta tumbuhnya demokrasi yang sehat pada generasi muda di Indonesia," ujarnya. (rhs/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemkot Tangsel Mampu Benahi Masalah Sampah, Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


