KOMPAS.TV – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengimbau ratusan warga yang mengungsi akibat tanah longsor di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Banten, tetap berada di pengungsian hingga situasi benar-benar aman.
Ia menyampaikan imbauan tersebut saat meninjau lokasi pengungsian di Madrasah Roudhotunnajah, Rabu (7/1/2026).
"Asesmen apakah sudah aman untuk warga kembali ke rumah atau tidak sedang dilakukan. Kalau belum bisa dikatakan aman, warga belum bisa kembali karena kondisinya sangat berbahaya," ucapnya.
Baca Juga: Sebagian Warga Padarincang Serang Mengungsi usai Terjadi Longsor di Daerahnya
Ia menegaskan, pemulangan warga ke rumah masing-masing sangat sepenuhnya bergantung pada hasil kajian lapangan dari BPBD, Dinas PUPR, serta TNI-Polri.
Langkah ini diambil untuk mencegah korban jiwa mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi longsor susulan di area Bukit Gapuas masih mengancam.
"Kami mengevakuasi warga yang dekat titik longsor ke tempat aman. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, jadi semua dikumpulkan di sini dulu," tambahnya.
Berdasarkan data, ia menyebut jumlah pengungsi mencapai 504 jiwa dari 193 kepala keluarga (KK).
Pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan yang terdiri atas 31 lansia, 21 balita, dan 4 ibu hamil.
Ia juga memastikan pasokan logistik untuk kebutuhan pengungsi sudah terpenuhi.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- longsor di serang
- longsor di padarincang
- bupati serang
- kabupaten serang
- longsor




