Jakarta, tvOnenews.com - Manchester United dilaporkan langsung tancap gas di bursa transfer musim dingin, hanya beberapa hari setelah mengambil keputusan besar dengan memecat manajer Ruben Amorim.
Pada awal pekan ini, MU secara mengejutkan mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim yang baru 14 bulan menukangi Setan Merah. Keputusan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi klub di situs mereka.
“Ruben Amorim telah meninggalkan posisinya sebagai manajer MU. Dengan tim saat ini berada di posisi keenam di Liga Primer, manajemen klub, setelah pertimbangan yang cermat, telah memutuskan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk perubahan. Ini akan memberi tim peluang terbaik untuk mencapai posisi tertinggi di Liga Primer. Klub mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk usaha masa depannya,” tulis pernyataan resmi klub.
Dalam masa transisi ini, Manchester United menunjuk mantan pemain mereka, Darren Fletcher, sebagai manajer sementara. Fletcher akan memimpin tim saat menjalani laga tandang melawan Burnley di Turf Moor pada pertengahan pekan ini.
Menariknya, hanya dua hari setelah kepergian Amorim, Man United dikabarkan hampir menuntaskan aktivitas transfer pertama mereka di bursa musim dingin. Mengutip laporan Manchester Evening News, pemain muda Sam Mather disebut akan meninggalkan Old Trafford untuk bergabung dengan klub Liga Super Turki, Kayserispor, dengan nilai transfer yang tidak diungkapkan.
Sebelumnya, Mather sebenarnya sudah hampir bergabung dengan Kayserispor pada bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, negosiasi dilaporkan telah mencapai tahap akhir dan sang pemain juga sudah menyepakati persyaratan pribadi. Namun, keterbatasan waktu membuat kesepakatan tersebut gagal terwujud.
Kini, kepindahan tersebut disebut tinggal selangkah lagi. Gelandang kelahiran 2004 itu dikabarkan akan segera terbang ke Turki untuk menyelesaikan seluruh proses administratif.
Meski masih terikat kontrak bersama Manchester United hingga 2027, Mather disebut ingin segera merasakan sepak bola profesional secara reguler. Setelah dianggap tidak lagi cocok berada di level akademi, bermain di luar Inggris dipandang sebagai kesempatan terbaik untuk menghidupkan kembali kariernya.



