JAKARTA, KOMPAS.TV – Tiga dari 867 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, belum dapat kembali beroperasi hingga awal Januari 2026.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejak pekan ketiga Desember 2025, pihaknya berupaya memulihkan kembali layanan kesehatan di seluruh puskesmas di daerah terdampak bencana.
“Ini jauh lebih berat karena lebih banyak puskesmasnya, ada 867 dan 152 benar-benar terendam tinggi sekali, sudah berantakan sekali, berhenti beroperasi,” tuturnya dalam konferensi pers, Rabu (7/1/2026).
“Alhamdulillah sampai awal Januari 2026 tinggal tiga lagi yang belum bisa beroperasi, di Aceh Tengah yaitu Rusip Antara, di Aceh Tenggara yaitu Jambur Lak-lak, dan di Aceh Timur yaitu Lokop,” jelasnya.
Baca Juga: Distribusi Bantuan ke Sejumlah Kampung di Aceh Tengah Masih Gunakan Helikopter
Puskesmas di Lokop, kata dia, benar-benar hancur karena tertimpa kayu-kayu besar hingga roboh, sehingga perlu dibangun ulang.
“Jadi puskesmasnya rubuh, sekarang sedang kita bangun baru,” tambahnya.
Satu puskesmas lain yang terletak di Jambur Lak-lak, menurut Budi, juga harus dibangun ulang karena kondisinya sangat parah.
“Jadi kenapa puskesmas ini penting? Karena dia fungsinya adalah memastikan masyarakat di tiga provinsi yang terdampak dan juga ratusan ribu yang masih ada di seribuan posko pengungsian itu layanan kesehatannya bisa kita layani, agar mereka kalau bisa jangan ke rumah sakit,” bebernya.
“Karena begitu masuk rumah sakit kan lebih susah transportasinya, rumah sakitnya juga terbatas. Itu yang kita lakukan,” tegasnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- menteri kesehatan
- menkes
- budi gunadi sadikin
- puskesmas terdampak bencana
- banjir sumatera
- bencana sumatera




