REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG, – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman. Pernyataan ini disampaikan pada acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu.
Menteri Amran menegaskan bahwa ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan pengelolaan cadangan pangan strategis. Saat ini, stok beras cadangan pemerintah (CBP) secara nasional tercatat mencapai 3,2 juta ton, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka 4 juta ton pada pertengahan 2025.
Amran membandingkan kondisi saat ini dengan pencapaian pada tahun 1984, ketika Indonesia mendapat pengakuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) meskipun stok beras nasional saat itu hanya sekitar 2 juta ton.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Selain itu, konsumsi beras di sektor hotel, restoran, dan katering mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan volume mencapai 12 juta ton secara nasional. Menurut Amran, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan sinergi lintas kementerian.
Di tempat yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus mencapai swasembada pangan setiap tahun, sebagai bukti kepada sejumlah kalangan yang meragukan kemampuan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}Konten ini diolah dengan bantuan AI.



