GenPI.co - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menanggapi wacana Pilkada melalui DPRD yang ramai dibicarakan para elite.
Pria yang akrab disapa Hensa itu menganalogikan Pilkada dengan pemilihan ketua kelas, yang tidak ditentukan oleh wali kelas.
“Ketua kelas saja dipilih warga kelas. Apalagi, Provinsi, Kabupaten, maupun Kota,” katanya melalui akun X yang dikutip Kamis (8/1).
Dia berpandangan pemilihan kepala daerah yang digelar lima tahun sekali, lebih baik tetap secara langsung melalui rakyat.
“Biarkan rakyat memilih pemimpinnya,” tuturnya.
Wacana Pilkada melalui DPRD digulirkan oleh sejumlah elite partai politik. Mereka yang sudah menyatakan dukungan ada Golkar, Gerindra, NasDem, dan PKB.
Sementara itu, PAN menunggu kajian mendalam. Kemudian untuk Partai Demokrat memilih sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Partai politik yang memastikan menolak wacana tersebut dan tetap memilih Pilkada secara langsung, yakni PDIP dan Partai Buruh.
Mendagri Tito Karnavian sebelumnya mengatakan Pilkada melalui DPRD tidak dilarang oleh UUD 1945, asal tetap dilakukan secara demokratis.
Tito mengatakan Pilkada secara langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD, tetap memenuhi definisi demokratis.
“UUD 1945 tidak melarang. Demokratis itu bisa langsung dipilih rakyat atau melalui DPRD,” ucapnya. (*)
Tonton Video viral berikut:





