Trump Buka Opsi Militer untuk Kuasai Greenland 

eranasional.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah membuka opsi militer untuk menguasai Greenland.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavit menyebut Trump memandang akuisisi pulau Akrktik yang kaya mineral itu sebagai prioritas strategis keamanan nasional guna menghadapi pengaruh Rusia dan China.

“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mencapai tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini. Tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi,” kata Leavitt dalam pernyataannya seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (07/01/2026).

Negara-negara di Eropa dan Kanada pun bereaksi keras dan menolak rencana pemerintahan Presiden Donald Trump. Negara-negara itu menyatakan hal tersebut sebagai ancaman yang semakin nyata.

Upaya AS untuk merebut Greenland dari Denmark sebagai sesama anggota NATO diperkirakan akan mengguncang aliansi itu dan semakin memperlebar jarak antara Trump dan para pemimpin Eropa.

Pernyataan Gedung Putih itu muncul ketika para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bergabung dengan PM Denmark Mette Frederiksen dalam mengeluarkan pernyataan yang menegaskan Greenland “adalah milik rakyatnya”.

“Hanya Denmark dan Greenland, dan mereka yang berwenang, untuk memutuskan hal-hal yang mencakup Denmark dan Greenland,” kata mereka.

PM Kanada Mark Carney juga menyatakan dukungannya, mengumumkan Gubernur Jenderal Mary Simon dan Menlu Anita Anand akan mengunjungi Greenland awal bulan depan.

Dalam pernyataan terpisah, untuk Menlu Nordik, dari Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Denmark, juga tekanan hak Greenland untuk menentukan urusannya sendiri.

Mereka juga mencatat telah meningkatkan investasi mereka dalam keamanan Arktik, dan menawarkan untuk melakukan lebih banyak lagi dengan berkonsultasi dengan AS dan sekutu NATO lainnya.

PM Polandia Donald Tusk juga memperingatkan ancaman terhadap anggota NATO akan merusak kredibilitas sekutu tersebut.

“Tidak ada anggota yang boleh menyerang atau mengancam anggota lain dari Organisasi Pakta Atlantik Utara. Jika tidak, NATO akan kehilangan maknanya,” katanya.

PM Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut baik janji solidaritas para pemimpin Eropa dan memperbarui pelayanannya kepada AS untuk “dialog yang saling menghormati”.

Sementara itu, Denmark menolak pernyataan Trump bahwa mereka tidak mampu melindungi Greenland.

“Kami tidak sependapat dengan anggapan Greenland dipenuhi dengan investasi Tiongkok… atau ada perang Tiongkok di seluruh Greenland,” kata Menlu Denmark Lars Lokke Rasmussen.

Sementara itu, pemerintah Greenland mengatakan telah meminta pertemuan dengan Menlu AS Marco Rubio, bersama dengan Rasmussen, untuk membahas situasi tersebut.

Meski demikian, persetujuan itu tidak menghentikan langkah Trump untuk menguasai Greenland.

Ketertarikan Trump terhadap Greenland muncul pada tahun 2019 saat masa jabatan pertamanya, dan kembali mencuat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Didorong oleh keberhasilan operasi itu, Trump menegaskan bahwa “hegemoni Amerika di Belahan Barat tidak akan dipersoalkan lagi”, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Kolombia dan Kuba.

Ia juga menilai penguasaan Greenland krusial demi keamanan nasional AS, dengan alasan pulau itu “dipenuhi kapal Rusia dan China” serta Denmark dinilai tidak mampu menjaganya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sidang Ammar Zoni, Ardian Sebut Alami Intimidasi dan Kekerasan Fisik di Rutan Salemba
• 18 jam lalukompas.com
thumb
3 Tahap, Begini Rencana Trump Buat Venezuela
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemprov Sulsel Alokasikan Rp278 Miliar Preservasi Jalan, Akses Luwu–Toraja–Palopo Jadi Prioritas
• 15 jam lalufajar.co.id
thumb
Meski Sempat Libur Panjang, Purbaya Yakin Program MBG Bisa Cepat Serap Anggaran di Kuartal I 2026
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
3.000 Personel Gabungan Bakal Kepung Laga Persib vs Persija
• 1 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.