Jakarta: Segmen bank digital di Bursa Efek Indonesia (BEI) menawarkan beragam pilihan saham bagi investor. Bank-bank ini pada umumnya merupakan hasil transformasi dari bank konvensional yang mengadopsi teknologi digital untuk memperluas layanan dan menjangkau nasabah secara daring, dilansir Mirrae Asset Sekuritas.
1. PT Super Bank Indonesia (SUPA)
Tercatat ebagai bank digital terbaru di BEI. Bank ini merupakan hasil transformasi Bank Fama International setelah diakuisisi oleh Emtek Group pada 2021, dengan dukungan pemegang saham besar seperti Emtek, Grab, Singtel, dan KakaoBank. Pada perdagangan sesi I Rabu, 7 Januari 2026, saham SUPA berada di level Rp1.280, naik 200 poin atau 18,52 persen.
2. PT Bank Aladin Syariah (BANK)
Dikenal sebagai bank digital syariah pertama di Indonesia. Bank ini berdiri sejak 1994 dan saat ini dimiliki oleh Aladin Global Ventures. Pada perdagangan terakhir, saham BANK ditutup di harga Rp1.045, menguat 15 poin atau 1,46 persen.
3. PT Bank Neo Commerce (BBYB)
Hasil transformasi Bank Yudha Bhakti yang didirikan pada 1989. Bank ini berhasil menarik perhatian generasi muda dan mencatatkan lebih dari 23 juta nasabah pada 2023. Saham BBYB tercatat berada di harga Rp505, naik lima poin atau 1,00 persen.
Ilustrasi. Foto: Freepik
Baca Juga :
Ini 5 Bank Digital dengan Bunga Deposito Tertinggi di 20254. PT Bank Raya Indonesia (AGRO)
Merupakan anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang fokus pada segmen UMKM dan masyarakat digital. Bank ini berdiri sejak 1989 dan diakuisisi BRI pada 2011. Hingga Rabu, 7 Januari 2026, saham AGRO berada di level Rp246 dan tidak mengalami perubahan.
5. PT Allo Bank Indonesia (BBHI)
Telah beroperasi sejak 1992 dengan nama Bank Arta Griya. Transformasi signifikan terjadi setelah akuisisi pada 2021 dan perubahan nama menjadi Allo Bank di bawah naungan Mega Corpora. Saham BBHI tercatat di harga Rp1.490, turun 10 poin atau 0,67 persen.
6. PT Bank Amar Indonesia (AMAR)
Berdiri sejak 1991 dan dikenal sebagai pelopor fintech lending melalui platform Tunaiku. Bank ini melakukan transformasi digital secara besar-besaran sejak 2015. Pada perdagangan terakhir, saham AMAR berada di posisi Rp234, turun 2 poin atau 0,85 persen.
7. PT Bank Jago Indonesia (ARTO)
Sempat menggebrak pasar modal pada periode 2020–2022. Bank ini dikenal dengan inovasi fitur dompet digital yang memungkinkan pengelolaan keuangan ke berbagai kantong serta aplikasi yang intuitif. Saham ARTO ditutup di level Rp1.995, melemah 25 poin atau 1,24 persen.
Gambaran ini menunjukkan lanskap saham bank digital di BEI yang semakin beragam. Daftar tersebut dapat menjadi referensi awal bagi investor untuk melakukan riset lanjutan sebelum mengambil keputusan investasi, dengan tetap memperhatikan pergerakan harga saham dapat berubah setiap hari mengikuti dinamika pasar. (Muhammad Adyatma Damardjati)



