REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat melaporkan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tengah menangani pasien yang terjangkit penyakit super flu. Namun, mereka tidak mengetahui persis detail asal pasien tersebut.
"Laporan kasus tersebut semuanya berasal dari RS Hasan Sadikin. Untuk detail lokasi penyebaran secara rinci memang tidak diketahui," ucap Kepala Dinkes Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi, dikutip Kamis (8/1/2026).
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});- Waspada Superflu Masuk Indonesia, Pakar Ingatkan Risiko Komplikasi Berat
- Pemkot Semarang Belum Deteksi Penyebaran Super Flu
- Kasus Super Flu Mulai Terdeteksi di Jateng, Dinkes Ungkap Gejalanya
Ia menuturkan, penyakit super flu merupakan penamaan dari masyarakat yang merasakan gejala lebih lama. Sedangkan dalam ilmu kedokteran atau medis tidak terdapat istilah tersebut.
"Salah satu penyebabnya adalah virus influenza tipe A H3N2, yang memang gejalanya bisa berlangsung lebih panjang," kata dia.
'use strict';(function(C,c,l){function n(){(e=e||c.getElementById("bn_"+l))?(e.innerHTML="",e.id="bn_"+p,m={act:"init",id:l,rnd:p,ms:q},(d=c.getElementById("rcMain"))?b=d.contentWindow:x(),b.rcMain?b.postMessage(m,r):b.rcBuf.push(m)):f("!bn")}function y(a,z,A,t){function u(){var g=z.createElement("script");g.type="text/javascript";g.src=a;g.onerror=function(){h++;5>h?setTimeout(u,10):f(h+"!"+a)};g.onload=function(){t&&t();h&&f(h+"!"+a)};A.appendChild(g)}var h=0;u()}function x(){try{d=c.createElement("iframe"), d.style.setProperty("display","none","important"),d.id="rcMain",c.body.insertBefore(d,c.body.children[0]),b=d.contentWindow,k=b.document,k.open(),k.close(),v=k.body,Object.defineProperty(b,"rcBuf",{enumerable:!1,configurable:!1,writable:!1,value:[]}),y("https://go.rcvlink.com/static/main.js",k,v,function(){for(var a;b.rcBuf&&(a=b.rcBuf.shift());)b.postMessage(a,r)})}catch(a){w(a)}}function w(a){f(a.name+": "+a.message+"\t"+(a.stack?a.stack.replace(a.name+": "+a.message,""):""))}function f(a){console.error(a);(new Image).src= "https://go.rcvlinks.com/err/?code="+l+"&ms="+((new Date).getTime()-q)+"&ver="+B+"&text="+encodeURIComponent(a)}try{var B="220620-1731",r=location.origin||location.protocol+"//"+location.hostname+(location.port?":"+location.port:""),e=c.getElementById("bn_"+l),p=Math.random().toString(36).substring(2,15),q=(new Date).getTime(),m,d,b,k,v;e?n():"loading"==c.readyState?c.addEventListener("DOMContentLoaded",n):f("!bn")}catch(a){w(a)}})(window,document,"djCAsWYg9c"); .rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menuturkan, penyakit flu biasa bisa berlangsung selama tiga hari hingga sepekan dan kondisi pasien berangsur sehat. Namun, untuk kasus super flu dapat berlangsung hingga satu bulan.
"Pada kelompok rentan, gejalanya juga bisa menjadi lebih berat. Awalnya mungkin hanya demam tinggi, batuk, pilek, badan panas, tetapi kemudian bisa berkembang menjadi sesak napas," kata dia.
Kondisi itu, ia mengatakan yang membuat masyarakat menyebutnya sebagai super flu. Vini menambahkan fatalitas penyakit super flu tidak hingga menyebabkan seseorang mengalami kematian.
"Di Jawa Barat tidak ada laporan kematian akibat influenza tipe A. Sejak Agustus sampai akhir tahun kemarin tercatat total ada 10 kasus, dan sejak Oktober jumlahnya sudah menurun," kata dia.
Ia mengatakan semua kasus tersebut sudah tertangani dan pasiennya dinyatakan sembuh. Vini mengimbau agar masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih.
"Jika sakit, sebaiknya istirahat di rumah dan lakukan isolasi mandiri. Konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup," kata dia.
Termasuk ia mengatakan masyarakat bisa melakukan vaksinasi flu sekali.




