Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro di Gedung Putih, AS. Pertemuan rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/1/2026), pertemuan dilakukan setelah Trump melontarkan tuduhan Petro sebagai pengedar narkoba. Agenda pertemuan itu diatur setelah keduanya berbincang melalui sambungan telepon.
Trump mengunggah di Truth Social bahwa dia dan Petro berbicara melalui telepon. Di sana, katanya, mereka membahas perbedaan pendapat mereka baru-baru ini, termasuk tentang perdagangan narkoba.
"Saya menghargai telepon dan nada bicaranya, dan berharap dapat bertemu dengannya dalam waktu dekat" di Gedung Putih," kata Trump.
Donald Trump sebelumnya melontarkan tuduhan Petro sebagai pengedar narkoba. Meradang, Petro menolak keras tuduhan Trump.
Tuduhan Trump dilontarkan usai pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1), membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kursi Presiden.
Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1), Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap Kolombia.
Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu "juga sangat sakit" dan "dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat."
"Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama," tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1).
Saat ditanya wartawan apakah intervensi militer serupa dengan Venezuela akan dilakukan terhadap Kolombia, pemimpin Partai Republik itu berkata: "Kedengarannya bagus bagi saya."
"Anda tahu mengapa, karena mereka membunuh banyak orang," klaim Trump tanpa bukti.
Petro Bantah Tuduhan TrumpGustavo Petro menolak tuduhan Trump dengan mengatakan "namanya tidak muncul dalam catatan pengadilan."
(whn/zap)



