BOGOR - Seluruh jajaran Kabinet Merah Putih menghadiri retret kabinet jilid kedua yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono, memastikan kehadiran lengkap anggota kabinet, termasuk utusan khusus presiden, penasihat khusus presiden, wakil kepala badan, hingga wakil menteri.
“Informasi yang saya terima terkonfirmasi hadir. Bahkan dalam sesi tertutup dilakukan absensi langsung oleh Presiden,” ujar Ivan, dikutip Kamis (8/1/2026).
Menurut Ivan, pemilihan Hambalang sebagai lokasi retret memiliki pertimbangan praktis dan simbolik. Dari sisi praktis, kegiatan dilaksanakan dengan mempertimbangkan situasi kebencanaan serta prinsip efisiensi dan kenyamanan karena dilakukan di kediaman Presiden.
Namun secara simbolik, Presiden disebut ingin membangun karakter kepemimpinan kabinetnya. “Kalau bercandanya, Presiden ingin menjadikan para menteri dan wakil menteri sebagai Hambalang Men dan Hambalang Women. Selama ini masyarakat cukup familiar dengan istilah Hambalang Boys, kader muda yang dibina langsung oleh Pak Prabowo, seperti Mas Sudaryono, Mas Sugiono, Mas Angga Raka, maupun Mas Pras. Nah, mungkin kali ini Presiden ingin menempa putra-putri terbaik bangsa lainnya yang menjadi para pembantu beliau di kabinet agar semakin solid dan bekerja keras,” kata Ivan.
Di luar aspek simbolik tersebut, Ivan menegaskan substansi utama retret kabinet jilid kedua adalah evaluasi menyeluruh atas capaian pemerintahan sejak 20 Oktober 2024. Presiden memaparkan lebih dari 30 capaian besar yang disebut sebagai langkah transformasi bangsa, yang digambarkan dalam sebuah video sebelum sesi taklimat.
“Presiden mengevaluasi capaian yang sudah berjalan sekaligus memberikan arahan ke depan, terutama dalam menghadapi dinamika politik dalam negeri dan situasi global,” ujarnya.
Dalam retret ini, sekitar 12 hingga 15 menteri diminta menyampaikan paparan kinerja. Presiden juga meminta masukan langsung dari para menteri dan wakil menteri guna merumuskan langkah percepatan kebijakan.
Sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain swasembada pangan dan energi, penanganan bencana, sekolah rakyat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang menjadi pijakan arah pembangunan nasional.
Menurut Ivan, indikator penilaian kinerja pemerintah bersumber dari berbagai capaian konkret, seperti perluasan Program MBG yang telah menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat serta pembukaan 19.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Presiden juga menyoroti capaian swasembada beras dengan cadangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta penguatan penegakan hukum, di mana hasil pengembalian kerugian negara dimanfaatkan kembali untuk program strategis, termasuk beasiswa LPDP dan percepatan program perumahan.
Ivan menambahkan, evaluasi dan penguatan arah kebijakan tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan retret. Presiden secara rutin menggelar sidang kabinet paripurna, rapat terbatas, hingga rapat koordinasi, termasuk pada akhir pekan.
“Retret ini menjadi momentum penting di awal tahun untuk menegaskan kembali arah kebijakan dan memastikan seluruh kabinet bergerak dalam satu barisan,” pungkasnya.
Original Article




